Bagikan:

Bagaimana Atasi Keram Perut Saat Menstruasi?

Studi pada 2018 menemukan mahasiswa yang mengkonsumsi lebih banyak makanan ringan mengalami lebih banyak rasa sakit selama menstruasi.

INTERMEZZO | KESEHATAN

Rabu, 19 Okt 2022 16:23 WIB

Bagaimana Atasi Keram Perut Saat Menstruasi?

KBR, Jakarta- Sering keram perut saat datang bulan? Ternyata makanan atau minuman tinggi inflamasi bisa jadi penyebabnya.

Hal ini terbukti dalam penemuan Sannoh, Peneliti Intern di Sekolah Kedokteran Rutgers University Robert Wood Johnson di New Jersey.

“Saya menemukan diet dengan makanan mengandung inflamasi yang tinggi, seperti daging hewan, minyak, gula, garam, dan kopi dapat meningkatkan risiko rasa sakit selama masa datang bulan pada wanita,” ungkap Sannoh.

Sakit saat menstruasi pun dialami oleh sebagian besar perempuan. Setidaknya 85% anak perempuan merasa kembung yang menyakitkan, keram, dan sakit perut selama haid. Bahkan bisa berlangsung selama bertahun-tahun, seperti yang dilansir dari CNN.com.

Sebagai buktinya, studi pada 2018 menemukan bahwa mahasiswa yang mengkonsumsi lebih banyak makanan ringan mengalami lebih banyak rasa sakit selama menstruasi.

Studi lainnya di tahun yang sama pun membuktikan bahwa mahasiswa Spanyol yang minum minuman bersoda dan makan daging lebih merasa sakit saat menstruasi. Lalu, pada studi 2020 menyatakan wanita yang makan kurang dari dua porsi buah sehari kemungkinan besar akan kesakitan saat menstruasi. Kenapa bisa begitu?

Saat masa pramenstruasi, sel-sel endometrium yang membangun lapisan di dalam rahim akan mulai meluruh karena tidak bertemu dengan sel telur. Kemudian dilepaskanlah sejumlah besar asam lemak, namanya prostaglandin. Gunanya adalah membuat lapisan rahim berkontraksi dan mengeluarkan jaringan yang tidak digunakan. 

Layaknya hormon, prostaglandin pembuluh darah dan otot polos menyempit. Akibatnya munculah rasa keram dan nyeri di perut.

Prostaglandin mengandung dua jenis asam lemak, yaitu omega 3 dan omega 6. Asam lemak omega 3 bersifat anti-inflamasi, sedangkan omega 6 bersifat inflamasi atau peradangan. Dengan begitu, keseimbangan omega 3 dan 6 pun menjadi solusinya.

"Bila Anda memiliki diet yang menyeimbangkan asam lemak omega 3 dan omega 6, serta Anda mengurangi jumlah makanan yang mengandung inflamasi, maka risiko sakit saat menstruasi akan berkurang,” jelas Sannoh.

Asam lemak omega 3 terkandung di salmon, tuna, sarden, tiram, kenari, chia, dan biji rami. Sementara itu, asam lemak omega 6 banyak ditemukan dalam produk hewani.

Selain itu, sayur dan buah yang mengandung anti-inflamasi juga berperan besar. Tidak hanya makanan, penelitian juga membuktikan tidur cukup, makanan sehat, dan olahraga rutin dapat mengurangi keram perut saat datang bulan.

Sumber: CNN.com

Baca juga:
-Tabu Seputar Menstruasi Rugikan Perempuan India

-Penelitian: Menopause Dini Beresiko Kena Penyakit Jantung

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kejar Tayang Pengesahan RKUHP

Most Popular / Trending