Medsos Diblokir, Jakarta Bisa Rugi Rp22 Miliar per Hari?

Bukan hanya kerugian hak. Menurut Netblocks, pembatasan medsos juga bisa menimbulkan kerugian ekonomi.

NASIONAL , INTERMEZZO

Kamis, 23 Mei 2019 19:35 WIB

Author

Adi Ahdiat

Medsos Diblokir, Jakarta Bisa Rugi Rp22 Miliar per Hari?

Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Sejak peristiwa kerusuhan pasca Pemilu, Rabu (22/5/2019), pemerintah membatasi layanan sejumlah media sosial (medsos).

Dalam wawancara pers, Menkominfo Rudiantara menyebut, “Fitur yang kami prioritaskan untuk sementara dinonaktifkan yaitu video, foto, atau gambar,” ujarnya (22/5/2019).

Hingga Kamis (23/5/2019) pemerintah belum memberi kepastian, kapan pembatasan ini akan dicabut.


Kerugian Pembatasan Medsos

Pembatasan medsos sejak lama dikritik oleh aktivis internasional pembela HAM dan hak-hak digital.

Sejumlah organisasi internasional menilai bahwa pembatasan medsos, pemadaman internet, atau yang mereka sebut internet shutdown, adalah pelanggaran terhadap kebebasan berpendapat dan hak memperoleh informasi.

Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) berpandangan serupa. Mereka menilai, pembatasan medsos memang bisa mencegah penyebaran hoax. Tapi itu juga menghambat hak warga untuk mendapat “informasi yang benar”.

Di samping kerugian hak, pembatasan medsos bisa menimbulkan kerugian ekonomi.

Saat ini internet dan medsos telah menjadi wahana bisnis berskala besar. Presiden Jokowi pernah menyebut, sepanjang tahun 2018 ekonomi digital bisa berkontribusi sekitar 8,5 persen untuk Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Jika menurut Badan Pusat Statistik (BPS) PDB Indonesia tahun 2018 sekitar Rp14 triliun, maka ekonomi digital mampu menyumbang sekitar Rp1 triliun dari jumlah itu.

Lantas pertanyaannya, jika sekarang pemerintah melakukan pembatasan terhadap medsos, berapa jumlah kerugian ekonomi yang mungkin muncul?


COST: Penghitung Kerugian Ekonomi Internet Shutdown

Netblocks mengembangkan aplikasi khusus untuk menghitung kerugian akibat pembatasan medsos, pemadaman internet, atau internet shutdown.

Aplikasi ini diluncurkan tahun 2018 dengan nama Cost of Shutdown Tool (COST).

COST menghitung kerugian pembatasan medsos di suatu negara dengan menganalisis jumlah populasi, data PDB nasional, serta data indikator ekonomi lain dari Bank Dunia.

Metode penghitungannya dirumuskan oleh lembaga riset Brooking Institution dan The Collaboration on International ICT Policy in East and Southern Africa (CIPESA).

Mereka mengembangkan aplikasi ini agar para jurnalis, peneliti, investor, maupun pemerintah bisa memperkirakan kerugian ekonomi dari masalah kemacetan internet atau pembatasan medsos.

COST pernah diujicobakan untuk membuat kerangka kebijakan internasional dalam ajang Oslo Freedom Forum 2018 di New York, Amerika Serikat.

Dan jika dihitung menggunakan COST, simulasi dampak ekonomi dari pemblokiran medsos di Jakarta adalah sebagai berikut:


- Blokir medsos: WhatsApp, Facebook, Instagram

- Lokasi: Jakarta

- Durasi blokir: 1 hari

- Perkiraan dampak ekonomi/kerugian: Rp22.524.837.743 

(Sumber: COST)

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERMEZZO

Most Popular / Trending

What's Up Indonesia

Kabar Baru Jam 8

News Beat

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20