Share This

Kapolri Duga ada Dalang di Balik Remaja Tersangka Penghina Jokowi

"Saya dengar dia orang tuanya memiliki hubungan dengan organisasi tertentu, Ormas yang mau dibubarkan."

, BERITA , NASIONAL

Selasa, 22 Agus 2017 11:43 WIB

MFB, tersangka ujaran kebencian. (Foto: KBR/Anugrah)

KBR, Jakarta- Kapolri Tito Karnavian meminta tim siber mengungkap dalang di balik ditangkapnya MBF di Medan, Sumatera Utara.  Remaja 18 tahun itu ditangkap polisi pada Jumat (18/08) atas dugaan menghina Presiden Joko Widodo dan Institusi Kepolisian melalui facebook.

Tito   mencurigai jika MBF hanyalah sebagai bumper untuk melakukan ujaran kebencian. Pelaku sengaja menggunakan anak-anak, kata Tito, karena jika ditangkap ada keringanan-keringanan.

"Tapi kita lihat, apakah ada orang yang menyuruh dia. Motifnya apa, kalau sampai motifnya masalah politik atau masalah lain. Saya dengar dia orang tuanya memiliki hubungan dengan organisasi tertentu, Ormas yang mau dibubarkan. Apa motifnya? Itu yang akan kita pelajari lagi," katanya saat ditemui wartawan di Mabes Polri, Selasa (22/08/17)

Tito  menyesalkan adanya sosok remaja yang melakukan tindakan ini. Dia mengatakan polisian akan melakukan tindakan tepat dan terarah terhadap pelaku ujaran kebencian di media sosial.

"Kita saat ini memperkuat tim siber kami, saya perintahkan di tingkat Polda untuk memperketat patroli dan pengawasan siber," jelasnya.



Polda Sumatera Utara menangkap MFB, warga Jl Bono, Glugur Darat I, Kota Medan. Polisi menangkap MFB, yang menggunakan media Facebook dengan nama samaran Ringgo Abdillah. Polisi menganggap MFB telah melakukan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dan Kapolri Tito Karnavian dengan tujuan untuk memprovokasi agar orang lain membenci pejabat negara itu.
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.