Mudik

Aturan pemerintah dengan menurunkan batas atas, tampaknya tak direspon dengan baik oleh maskapai. Pun dugaan adanya kartel harga yang tengah ditelisik KPPU hingga kini juga belum jelas hasilnya.

OPINI , EDITORIAL

Selasa, 04 Jun 2019 01:20 WIB

Author

KBR

Jumlah pemudik di Bandara Juanda menurun

Jumlah pemudik yang berangkat melalui Bandara Juanda mengalami penurunan sebesar 11-16 persen pada tahun 2019 dibandingkan tahun sebelumnya. (Foto: Antara/Umarul Faruq).

Lebaran mestinya bikin hati tenang seperti sekarang ini. Tanpa kabar melambungnya harga kebutuhan pokok, tanpa berita kemacetan  ekstrim hingga memakan korban. Warga yang mudik, bisa kembali ke kampung halaman dengan senyum lega.

Kestabilan harga dan lancarnya mudik, jelas buah dari perencanaan yang baik. Selain tentu saja waktunya yang relatif cukup panjang untuk mempersiapkan ritual tahunan ini. 

Apresiasi patut diberikan tak hanya pada perencana, tapi juga petugas pelaksana di lapangan. Beribu-ribu orang rela tak mudik, demi berjuta-juta orang yang kembali ke kampung halaman. Dari mulai petugas transportasi publik, pengatur lalu lintas, sampai petugas medis yang bersiaga di posko mudik. Acungan jempol juga ucapan terima kasih patut dihaturkan pada para petugas lapangan ini.

Meski begitu, sejumlah catatan perlu diberikan. Terutama menyangkut tingginya harga tiket pesawat, yang kian tak terjangkau. Aturan pemerintah dengan menurunkan batas atas, tampaknya tak direspon dengan baik oleh maskapai. Pun dugaan adanya kartel harga yang tengah ditelisik Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) hingga kini juga belum jelas hasilnya. 

Kita mendesak KPPU segera menuntaskan kerjanya. Karena kebutuhan publik akan transportasi udara, tak hanya saat mudik tiba. Ketersediaan tansportasi udara yang terjangkau dan aman jadi harapan warga. Apalagi transportasi cepat ini masih jadi andalan terutama bagi mereka yang berada di luar Jawa - baik saat mudik atau karena keperluan lainnya. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - EDITORIAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Bagaimana Pengaturan Sistem Zonasi? Apa Manfaatnya?

Kabar Baru Jam 14

Zonasi PPDB Masih Jadi Keluhan

Kabar Baru Jam 13