RAGAM

STC Indonesia dan SCF Gelar Vaksinasi Covid-19 Inklusif di Enrekang

Selain mendirikan sentra pelayanan, vaksinasi juga dilakukan dengan kunjungan ke rumah-rumah bagi kelompok rentan mobilitas, seperti lansia dan disabilitas.

AUTHOR / Paul M Nuh

STC Indonesia dan SCF Gelar Vaksinasi Covid-19 Inklusif di Enrekang
Vaksinasi Covid-19 Inklusif yang diselenggarakan STC Indonesia dan Sulawesi Community Foundation (SCF).

KBR - Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP) melalui Save the Children Indonesia dan Sulawesi Community Foundation (SCF) mengimplementasikan program percepatan vaksinasi bagi kelompok rentan di lima kabupaten di Sulawesi Selatan, salah satunya di Desa Benteng Alla Utara, Enrekang. Untuk menjangkau wilayah terpencil, program bekerjasam dengan pemerintah desa dan Puskesmas Baroko.

Drg. Hastika, Kepala Puskesmas Baroko merasa terbantu dengan adanya kerjasama ini. Menurut Hastika, untuk mendukung capaian vaksinasi Covid-19 di wilayah kerjanya, kendala di lapangan selama ini adalah mobilisasi sasaran untuk mendapatkan vaksinasi.

Selain mendirikan sentra pelayanan, vaksinasi juga dilakukan dengan kunjungan ke rumah bagi kelompok rentan mobilitas, seperti lansia dan disabilitas. Provincial Coordinator AIHSP, Agung Wahyuda mengatakan, cara yang dilakukan untuk memperkuat layanan vaksinasi Covid-19 adalah membuatnya jadi inklusif, dengan menyasar daerah-daerah sulit yang hanya bisa dilakukan dengan kerjasama dengan berbagai pihak.

Dewi Sri Sumanah, Media and Brand Manager Save the Children Indonesia menjelaskan, bahwa harus ada kesadaran khusus dari berbagai pihak untuk berusaha meningkatkan cakupan vaksinasi, terutama kelompok rentan tertular seperti lansia dan pasien komorbid. Menurut Dewi, dengan divaksin kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tapi juga orang-orang di sekitar kita.

Sejak diimplementasikan pada Agustus 2022 lalu, Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP) melalui Save the Children Indonesia dan SCF sudah melakukan vaksinasi COVID-19 di 270 desa di Sulawesi Selatan pada 23.423 orang, termasuk 3.054 lansia, 485 penyandang disabilitas, 6.678 anggota keluarga pra-sejahtera, 1.272 masyarakat yang tinggal jauh dari layanan kesehatan, serta kelompok rentan lainnya.

Baca juga: Kemenkes: Vaksinasi COVID-19 Masih Diprioritaskan untuk Dewasa - kbr.id

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!