Share This

Lama Tak Bertanding, Ganda Putri Pencak Silat Kelas Artistik Bawa Pulang Emas

"Kami udah lama banget jadi pasangan di silat, dan enggak pernah ganti-ganti jadi enggak kagok," tutur Ayu.

OLAHRAGA

Rabu, 29 Agus 2018 13:26 WIB

Dwi Reinjani
Author

Dwi Reinjani

Pasangan pesilat Indonesia peraih medali emas Ayu Sidan Wilantari (kiri) dan Ni Made Dwiyanti (kanan) di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (29/8). (Foto: ANTARA/ Malvinas)

KBR, Jakarta - Ganda putri untuk cabang olahraga pencaksilat kelas artistik membawa pulang emas untuk Indonesia. Kemenangan diraih setelah mengalahkan lawan dari Laos, Vietnam, India, Singapura, Malaysia dan Thailand dengan skor 574. Pasangan Ayu Sidan Wilantari dan Ni Made Dwi Yanti tak menyangka bisa memenangkan pertandingan, karena sebelumnya keduanya sempat vakum.

"Kami kemarin 2015 menikah, 2016 hamil. Habis PON kami istirahat habis itu kami dipanggil lagi untuk mengikuti seleksi lagi dengan yang juara tiga SEA Games kemarin. Kami juga enggak menyangka bakal dipanggil lagi untuk platnas," cerita Ayu kepada wartawan usai pertandingan di padepokan pencaksilat TMII, Rabu (29/8/2018).

"Ya sudah kami datang ke sini platnas, terus kami lolos dan ini hasil kami. (Strategi jaga kekompakan setelah vakum?) optimis yang pertama terus disiplin, yakin kalau kita itu pasti bisa," tambahnya.

Namun keduanya mengungkapkan tidak canggung kendati sudah lama tidak bermain bersama dan baru kembali berlatih untuk persiapan Asian Games. Kata Ayu, bertahun-tahun menjadi pasangan silat membuat mereka mampu mengisi kekosongan gerak satu sama lain.

"Kami udah lama banget jadi pasangan di silat, dan enggak pernah ganti-ganti jadi enggak kagok," tutur Ayu.

Ditanya mengenai karir selanjutnya, mereka belum mengetahui apakah akan mengikuti pertandingan-pertandingan lain atau sebaliknya. Pilihan itu masih akan dirundingkan dengan pelatih dan keluarga.

"Satu-satu dulu, belum tahu ke depannya, yang jelas kemenangan ini untuk anak kami, keluarga kami dan semuanya. ke depannya belum tahu."

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.