Share This

Dokumen Uji Doping Atlet Bocor, Dunia Atletik Dilanda Skandal Luar Biasa

Sepertiga dari 146 medali dalam berbagai lomba di Olimpiade dan kejuaraan dunia antara 2001-2012 dimenangkan atlet-atlet yang hasil uji dopingnya mencurigakan.

BERITA , OLAHRAGA

Minggu, 02 Agus 2015 20:15 WIB

Ilustrasi logo Olimpiade. Foto: Antara

KBR- Dunia atletik dilanda skandal dengan munculnya serangkaian bocoran dokumen hasil uji doping ribuan atlet di berbagai lomba. Skandal ini bermula ketika surat kabar the Sunday Times dan stasiun televisi Jerman ARD/ WRD memperoleh berbagai berkas yang menunjukkan 12 ribu hasil uji darah lima ribu atlet. Surat kabar itu mengungkap, adanya kecurangan dengan skala luar biasa yang dilakukan para atlet. 

Berkas-berkas milik Asosiasi Federasi Atletik (IAAF) tersebut juga telah dilihat BBC, dan kemudian diselidiki dua pakar anti-doping dunia, yakni ilmuwan Robin Parisotto dan Michael Ashenden.

Hasilnya antara lain memperlihatkan, sepertiga dari 146 medali dalam berbagai lomba di Olimpiade dan kejuaraan dunia antara 2001-2012 dimenangkan atlet-atlet yang hasil uji dopingnya mencurigakan. Namun, tak satu atlet pun yang dicopot medalinya. 

IAAF, kepada the Sunday Times mengklaim, tengah berupaya memburu para atlet yang menggunakan doping. Pihaknya pun tak memperdebatkan keaslian bocoran dokumen tersebut. (BBC)

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.