Share This

Mahasiswa: Reformasi Sepakbola Indonesia!

Seluruh pengurus PSSI dan PT Liga Indonesia adalah mafia.

BERITA , OLAHRAGA , OLAHRAGA

Senin, 25 Mei 2015 15:35 WIB

Mahasiswa Minta Pemerintah Reformasi Sepakbola Indonesia. Foto: Arie Nugraha KBR

KBR, Bandung - Forum Mahasiswa Bandung Anti Mafia Sepakbola, meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga segera melakukan reformasi tata kelola persepakbolaan Indonesia. Salah satunya dalam kepengurusan PSSI dan PT Liga Indonesia. Perwakilan Forum Mahasiswa Bandung Anti Mafia Sepakbola, Ahmad Nugraha, menilai seluruh pengurus PSSI dan PT Liga Indonesia adalah mafia.

"Dari mulai prestasi tidak ada yang bisa dibanggakan dari persepakbolaan kita. Dari mulai sistem liga yang ada kongkalikong yang ada hanya mencari profit. Bagaimana persepakbolaan kita bisa maju sedangkan para pengelolanya, orang - orang pemangku kebijakan yang mengurus persepakbolaannya itu tidak becus. Mereka hanya mengedepankan profit, mereka hanya mencari keuntungan," ujarnya saat berorasi di depan Kantor Gubernur Jawa Barat, Jalan Dipenogoro, Bandung, Senin (25/5/2015).

Perwakilan dari Forum Mahasiswa Bandung Anti Mafia Sepakbola, Ahmad Nugraha menambahkan Kemenpora juga harus segera mendorong percepatan kinerja tim transisi prestasi sepakbola Indonesia, untuk bekerja dalam mereformasi persepakbolaan negara ini.

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.