Share This

Klub Tolak Liga di Bawah Tim Transisi

Klub-klub peserta QNB League menolak melanjutkan liga bila dilaksanakan di bawah kendali Tim Transisi bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

BERITA , OLAHRAGA

Selasa, 28 Apr 2015 09:40 WIB

Pesepak bola Persipura Jayapura Yustinus Pae (kiri) berhasil melewati pemain Bali United Ricky Fajrin dalam lanjutan kompetisi Qatar National Bank (QNB) League di Stadion Mandala Jayapura, Rabu (8/4

KBR,Jakarta - Klub-klub peserta QNB League menolak melanjutkan liga bila dilaksanakan di bawah kendali Tim Transisi bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga. 

Sekretaris Umum Persipura Jayapura, Rocky Bebena mengatakan, klubnya khawatir bila liga dikendalikan tim transisi, tidak akan diakui oleh FIFA atau AFC.

"Akan sangat nonsense kalau kita lakukan kompetisi tapi di bawah tim transisi. Nanti tidak diakui oleh FIFA atau AFC. Lalu nanti hasilnya bagaimana? Mending tidak usah saja karena itu sama dengan Tarkam," kata Rocky. 

Rocky Bebena menambahkan, konflik di kompetisi lokal belum banyak memengaruhi kondisi timnya di AFC Cup. 

Senada dengan Rocky, Ketua Eksekutif Pusamania Borneo FC, Aidil Fitri juga mengaku tidak akan melanjutkan liga bila tidak di bawah kendali PSSI. 

Senin (27/4/2015) kemarin, Kemenpora mengundang 18 klub peserta QNB League dan tim 9 untuk membahas kelanjutan liga pasca-pembekuan PSSI. Namun pertemuan tersebut berujung buntu. Klub-klub memilih meninggalkan pertemuan saat solusi belum didapat.

Editor: Antonius Eko 

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.