NUSANTARA

Rentan Paham Ekstrimisme, Gibran Bentuk Tim Khusus

""Solo kan risiko tinggi, rentan penyebaran ajaran atau paham itu. Bisa kami atasi, tenang saja.""

Yudha Satriawan

tim khusus toleransi
Tim Khusus Toleransi, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming saat ditemui di rumah dinasnya, Loji gandrung, Selasa (11/10/22). (KBR/Yudha Satriawan)

KBR, Solo-  Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah membentuk tim khusus yang bertugas menyebarkan toleransi dan mencegah ekstrimisme dan terorisme. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming mengatakan Pemkot Solo mendeteksi ajaran ekstrimisme dan terorisme sudah menyasar ke berbagai lini.

Menurut Gibran, remaja dan media sosial menjadi target kelompok tersebut menyebarluaskan ajaran.

" Ya ini urgent banget. Solo kan demografi masyarakatnya beragam. Tim khusus seperti ini kan belum ada di daerah lain. Solo kan beda. Penanganan penyebaran ekstrimisme dan radikalisme ya harus khusus juga. Solo kan risiko tinggi, rentan penyebaran ajaran atau paham itu. Bisa kami atasi, tenang saja. Kan banyak penyusup-penyusup baru. Mereka menyasar ke kegiatan-kegiatan anak muda", jelas Gibran saat ditemui di Rumah Dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung, Selasa (11/10)).

Lebih lanjut Gibran mengingatkan menjelang pesta demokrasi atau Pemilu, kelompok tersebut akan semakin intensif. Sejumlah modus penyusupan, tegas Gibran, sudah diketahui aparat keamanan.


Baca juga

Pemkot membentuk tim khusus yang  terdiri dari  Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), organisasi remaja dan lintas etnis, serta instansi terkait antara lain Badan Kesbanglinmas, TNI, dan Polri.

Editor: Rony Sitanggang

  • Solo
  • ekstrimisme
  • Wali Kota Solo
  • Gibran Rakabuming
  • Terorisme
  • Tim Khusus Toleransi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!