Banyuwangi Siap Buka Sekolah Khusus Kopi

"Target saya muncul barista-barista dan pengusaha kopi asal Banyuwangi"

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 13 Nov 2018 16:51 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Banyuwangi Siap Buka Sekolah Khusus Kopi

Ilustrasi: Buruh petik kopi. (Antara Foto/Novrian Arbi)

KBR, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur berencana mendirikan sekolah khusus pengolahan Kopi di daerahnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, sekolah kopi ini nantinya akan mengajarkan siswa tentang tata cara mengolah biji kopi hingga memiliki cita rasa tinggi.

"Mulai tahun ini Pemda Banyuwangi mengintegrasikan UKM dengan Dinas Pendidikan untuk mendorong munculnya ekstra kulikuler pengolahan kopi. Sehingga demikian target saya muncul barista-barista dan pengusaha kopi asal Banyuwangi," kata Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Selasa (13/11/2018). 

Kata Anas, penting memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang kopi kepada siswa. Ini karena selain Indonesia merupakan penghasil kopi terbesar ke empat di dunia, juga karena ada banyak kopi khas Indonesia yang tersebar di berbagai daerah.

Ditambah lagi di Banyuwangi terdapat biji kopi lereng Gunung Ijen yang berkualitas tinggi yang juga sudah diekspor ke pelbagai negara di Asia dan Eropa.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, nantinya di Sekolah Kopi, para siswa akan dibekali kemampuan meracik dan menyeduh kopi sehingga mampu menjadi barista yang merepresentasikan cita rasa khas kopi Indonesia.

"Kita tahu Barista saat ini merupakan salah satu pekerjaan yang potensial, karena tren minum kopi dikalangan masyarakat semakin tinggi," ujarnya.

Sembari menunggu realisasi Sekolah Kopi, saat ini materi pengajaran tentang tata kelola kopi akan masuk ke kegiatan ekstra kulikuler di sekolah. Kegiatan ekstra kulikuler pengolahan kopi ini terbuka bagi semua sekolah di Kabupaten Banyuwangi.

Editor: Friska Kalia 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mendikbud Nadiem Makarim Diminta Perbaiki Mental dan Moralitas