10 Tahun Gempa Sumbar, BNPB: Siapkan Shelter

“Siapkan MoU bersama dunia usaha. Contoh di Bali, di mana hotel-hotel dan bangunan publik telah menyiapkan shelter tsunami.”

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 01 Okt 2019 18:14 WIB

Author

Adi Ahdiat

10 Tahun Gempa Sumbar, BNPB: Siapkan Shelter

Warga berdoa saat peringatan 10 tahun gempa di Monumen Gempa Padang di Sumatera Barat, Senin (30/9/2019). (Foto: ANTARA/Arif Pribadi)

KBR, Jakarta- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar acara peringatan 10 tahun gempa Sumbar di Padang, Senin (30/9/2019).

Tanggal 30 September 2009 lalu Sumbar diguncang gempa berkekuatan 7,9 SR. Gempa besar itu mengakibatkan ribuan jiwa meninggal dan menyisakan kerusakan infrastruktur yang masif. 

Dalam peringatan bencana tersebut, Sekretaris Utama BNPB Hermansyah meminta masyarakat Sumbar tetap siaga.

“Ketangguhan membutuhkan sinergi semua komponen di semua level karena bencana adalah everyone’s business,” kata Harmensyah, seperti disampaikan dalam rilis BNPB, Selasa (1/10/2019).


Pembangunan Siaga Bencana

Hermansyah menyebut kesiagaan bencana itu bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya lewat pembangunan infrastruktur.

“Siapkan MoU bersama dunia usaha. Contoh di Bali, di mana hotel-hotel dan bangunan publik telah menyiapkan shelter tsunami,” kata Harmensyah.

Menurut dia, shelter-shelter darurat itu perlu dibangun dan didata dengan rapi oleh pemerintah. Kemudian data tersebut harus bisa diakses masyarakat sehingga mereka dapat memetakan shelter terdekat untuk berlindung saat terjadi bencana.

"Apabila telah memiliki shelter ini, perlu diperhatikan aksesibilitasnya, seperti tangga, tali, atau jalur evakuasi," kata Hermansyah.

Ia juga meminta pemerintah daerah hati-hati dalam memberi izin pendirian bangunan di rawan bencana.


Pendidikan Siaga Bencana

Selain lewat pembangunan, BNPB menyebut kesiagaan bencana juga harus ditanamkan lewat pendidikan.

"Hal tersebut bisa dilakukan sejak dini melalui program sekolah siaga bencana. Pada program tadi, BPBD setempat dapat melakukan upaya seperti roadshow ke sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan Sumbar Tangguh Bencana," kata Hermansyah.

"Langkah konkret yang dapat dilakukan seperti apel atau materi (siaga bencana) di dalam kelas," tambahnya.

Menurut juru bicara BNPB Agus Wibowo ketangguhan bencana perlu dibangun di tiap tingkatan seperti desa, kecamatan hingga kabupaten atau kota. 

"Mengenang 10 tahun gempa Sumbar tentu tidak hanya berlaku di wilayah tersebut tetapi juga penting bagi kita semua mengingat kita hidup di wilayah rawan bahaya," kata Agus dalam rilisnya, Selasa (1/10/2019).

“Kenali ancamannya, siapkan strateginya dan siap untuk selamat,” kata Agus lagi.

Editor: Sindu Dharmawan

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Geliat Feminis Membangun Demokrasi

Geliat Feminis Membangun Demokrasi

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13