Polres Lhokseumawe Gagalkan Penyeludupan 16 ton Biosolar

"Kalau Kita lihat pengangkutannya resmi dari Pertamina, tapi izinnya bukan kesana melaikan ke PAG. Makanya, Kita kenakan Undang-undang Migas masalah pengangkutan dan niaganya"

BERITA | NUSANTARA

Senin, 15 Okt 2018 17:01 WIB

Author

Erwin Jalaludin

Polres Lhokseumawe Gagalkan Penyeludupan 16 ton Biosolar

Mobil tangki yang mengangkut BBM jenis biosolar sebanyak 16 ton milik PT Pertamina disita sebagai barang bukti terkait penyeludupan secara ilegal. Foto : (KBR/Erwin Jalaluddin)

KBR, Lhokseumawe - Polres Lhokseumawe menggagalkan penyuludupan 16 ton bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis biosolar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), wilayah setempat.

Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Lhokseumawe, Riski Ardian, BBM bersubsidi ini dipasok Pertamina untuk kebutuhan aktivitas pengapalan di dermaga PT Perta Arun Gas (PAG), Krueng Geukueh.

Dalam kasus ini, Polisi berhasil menangkap tiga orang dan ditetapkan sebagai tersangka yaitu sopir berinisial Naz, kernet berinisial Mus dan buruh bongkar di SPBN yang berinisial KH.

"Karena setelah mobil ini keluar dari Pertamina dibawa ke Pusong, kami dapatkan Tempat Kejadian Perkara (TKP)-nya di Pusong di tempat nelayan itu. Kalau kami lihat kan pengangkutannya resmi dari Pertamina, tapi izinnya bukan ke sana melaikan ke PAG. Makanya, kami kenakan Undang-Undang Migas masalah pengangkutan dan niaganya," kata Riski Ardian kepada KBR, Senin (15/10/2018).

Kasatreskrim Polres Lhokseumawe, Riski ardian, menyatakan kasus ini terungkap setelah pengintaian anggota Satreskrim yang mencurigai adanya sindikat penyuludupan BBM bersubsidi secara ilegal.

Ia menambahkan, ketiga tersangka dijerat Undang-Undang Minyak dan Gas Tahun 2007 dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Sementara untuk barang bukti 16 ton biosolar ilegal disita sebagai barang bukti.

"Biosolarnya memang secara Standar Operasional Perusahaan (SOP) sudah lengkap seluruhnya, tapi selang yang dimasukkan ke kapal tidak ada transaksi keluar-masuk minyak. Artinya, hanya sekedar formalitas saja selang dari tanki ke kapal di dermaga, kemudian minyaknya dijual ke SPBN itu. Ini adalah modus baru," kata Riski.

Kata dia, polisi bakal melakukan penyelidikan lanjutan terhadap PT PAG, khususnya pengemudi dan anak buah kapal (ABK) yang bertugas dalam pengisian BBM di dermaga Krueng Geukueh, Lhokseumawe, Aceh.


Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mendikbud Nadiem Makarim Diminta Perbaiki Mental dan Moralitas