Jusuf Kalla: Tol Jembatan Suramadu Gratis Agar Ekonomi Madura Bertumbuh

Sembilan tahun kehadiran Jembatan Suramadu belum signifikan pacu ekonomi Madura.

NUSANTARA

Rabu, 31 Okt 2018 08:56 WIB

Author

Ria Apriyani, Astri Septiani

Jusuf Kalla: Tol Jembatan Suramadu Gratis Agar Ekonomi Madura Bertumbuh

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan sejumlah ulama berfoto di ruas Tol Jembatan Suramadu pada 27 Oktober 2018 kemarin. (Foto: Zabur Karuru/ANTARAFOTO)

KBR, Jakarta- Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan, kebijakan menggratiskan tarif tol Jembatan Surabaya - Madura (Suramadu), dilakukan demi menggenjot perekonomian di Madura, Jawa Timur.

Menurut Jusuf Kalla, memang awalnya tol Jembatan Suramadu sengaja dibangun untuk memperbaiki akses perhubungan dari Surabaya ke Madura. Ketika itu, Pemerintah berharap perekonomian Madura dapat turut terkerek naik lebih cepat. Namun menurut Kalla, sembilan tahun beroperasi, efek pertumbuhan yang diharapkan timbul justru belum nampak terlihat signifikan.

"Dulu, Suramadu itu supaya Madura dan Surabaya tersambung dengan baik, sehingga tidak perlu naik kapal. Itu untuk memajukan ekonomi Madura. Supaya lebih hidup," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (30/10).

Wapres JK melanjutkan, kebijakan menggratiskan tarif tol Jembatan Suramadu, juga dimaksudkan sebagai insentif supaya kalangan industri tertarik berinvestasi di Madura.

JK menampik anggapan, jika kebijakan itu ditetapkan demi mendulang perolehan suara pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 "Jokowi-Ma'ruf Amin" di daerah tersebut.

Terkait usulan kebijakan untuk menggratiskan jalan tol lainnya, Jusuf Kalla menilai, insentif yang sama belum perlu diberikan.

Demi mengerjakan proyek Suramadu, Pemerintah berutang US$ 168 juta. Kalla yakin, penggratisan Suramadu tidak akan menghambat pembayaran kewajiban cicilan utang. Justru menurut JK, pembayaran akan terbantu oleh pajak daerah jika perekonomian Madura terus meningkat.

"Katakanlah, kalau dengan penggratisan itu Madura industrinya berkembang. Maka otomatis pajak naik di Madura, Surabaya dan sekitarnya. Itu kita bayarin utang-utang negara," ujar Jusuf Kalla.

Pariwisata Madura Diharapkan Tumbuh

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan, kebijakan menggratiskan tarif tol Jembatan Suramadu, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Madura dan sekitarnya, termasuk pertumbuhan pariwisata.

"Sementara mungkin banyak masyarakat Madura yang menggunakan itu tidak ada kapasitas untuk membayar atau memberatkan, sehingga kalau itu digratiskan, maka ekonomi Madura baik yang berinvestasi, pariwisata, itu tumbuh," kata Budi Karya Sumadi, di Jakarta (29/10).

Menhub berharap, dengan menggratiskan tarif tol Jembatan Suramadu, dapat juga memberi prospek ekonomi positif kepada masyarakat Okku, Lampung, dan sekitarnya agar tumbuh lebih baik lagi. "Konektivitas perhubungan sudah seharusnya dilaksanakan sebaik-baiknya, untuk kemaslashatan masyarakat," ujar Budi Karya.

Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kala Tuntutan Setop Tes Keperawanan Bergulir

Kabar Baru Jam 10

'Kelas Multikultural' SMK Bakti Karya Parigi

Komunitas Pattas Sosial Kurir Langit Wakili Indonesia dalam Penghargaan Layanan Publik PBB 2020

Kabar Baru Jam 8