Cegah Persekusi, Pemkot Balikpapan Godok Rancangan Perwali LGBT

"Perwali tersebut hanya mengatur tentang pembinaan dan pencegahan, bukan melegalkan"

BERITA | NUSANTARA

Senin, 29 Okt 2018 19:56 WIB

Author

Teddy Rumengan

Cegah Persekusi, Pemkot Balikpapan Godok Rancangan Perwali LGBT

Ilustrasi LGBT

KBR, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan menggodok Rancangan Peraturan Walikota terkait kelompok Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) . Pemkot bakal memasukkan klausul LGBT dalam rancangan Peraturan Daerah tentang Kepemudaan.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Sri Wahyuningsih, Perwali tersebut hanya mengatur tentang pembinaan dan pencegahan, bukan melegalkan, sebagaimana kekhawatiran beberapa pihak yang menyebutkan rancangan Peraturan Walikota ini akan membuka ruang bagi sekelompok masyarakat melakukan tindakan persekusi  atau kewenang-wenangan.

Sri Wahyuningsih mengatakan, Pemerintah Kota Balikpapan tidak akan mentolerir jika ada tindakan masyarakat yang melakukan persekusi, atau kesewenang-wenangan karena hal itu merupakan tindakan melanggar hukum atau pidana.

Ia juga memastikan Perwali tersebut juga tidak akan mendiskriditkan kelompok LGBT, karena penyusunannya pun melibatkan berbagai pihak. 

Saat ini pun rancangan Perwali tersebut masih terus dibahas dan belum bisa memastikan kapan rampung.

"Saya pikir Perwali itu akan mengatur bagaimana supaya masyarakat Kota Balikpapan memiliki moralitas sesuai dengan nilai-nilai agama yang masing-masing miliki. Saya pikir itu saja, enggak usah jauh-jauh (berpikirnya). Karena itu bagian juga bagaimana anak-anak terlindungi," kata Sri di Balikpapan, Senin (29/10/2018).

Selain Pemkot Balikpapan, DPRD Provinsi Kalimantan Timur juga tengah menggodok rancangan Peraturan Daerah terkait LGBT ini.

Baca juga:


Editor: Kurniati
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun