PVMBG: Erupsi Tangkuban Parahu Hanya Lokal dan Sesaat

"Jadi, sangat sulit diprediksi karena bisa tiba-tiba, dampaknya sesaat dan sekitar kawah saja," kata Hendra Gunawan.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 26 Jul 2019 20:17 WIB

Author

Valda Kustarini

PVMBG: Erupsi Tangkuban Parahu Hanya Lokal dan Sesaat

Kepulan asap keluar dari Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (23/7/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut, erupsi Gunung Tangkuban Parahu di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dikarenakan kondisi dari air tanah. 

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan mengatakan, erupsi dari air tanah termasuk erupsi yang sulit diprediksi.

Ia mengatakan erupsi ini bersifat lokal dan hanya berdampak pada sekitaran kawah saja. Berdasarkan pantauan pada pukul 17.30 wib, asap putih terlihat masih keluar dari arah puncak kawah.

"Akibat uap air, ya itu kan air di bawah tanah akibat suhu dan tekanan ya, atau pengaruh eksternal perubahan musim. Bukan faktor dari dalam saja tapi juga, faktor dari dalamnya sedikit, faktor air tanahnya dominan. Jadi, sangat sulit diprediksi karena bisa tiba-tiba, dampaknya sesaat dan sekitar kawah saja," kata Hendra Gunawan pada KBR, Jumat (26/7/2019).

Akibat dari erupsi itu, kata Hendra, telah dilakukan evakuasi pedagang dan wisatawan dari sekitar kawah Gunung Tangkuban Parahu. Ia juga mengklaim telah memberi peringatan pada pengelola tempat wisata soal keadaan ini. 

Namun, karena sifat erupi yang tiba-tiba, Hendra menyarankan pengelola memberikan peringatan, serta pengunjung dan pedagang mesti berhati-hati. Meski begitu, status Gunung Tangkuban Parahu sudah pada level I atau normal.

"Iya, statusnya masih normal. Hanya ada peringatan saja pada pengelola karena itu kan wilayah mereka," ujar Hendra.

Sebelumnya, pada Jumat (26/7/2019) pukul 15.48 WIB, menurut data PVMBG, Gunung Tangkuban Parahu mengalami erupsi air. Erupsi ini terekam alat Seismograf dengan amplitudo maksimum 38 milimeter dan durasi lebih kurang 5 menit 30 detik. 

Menurut PVMBG kolom abu yang teramati di gunung ini berwarna kelabu, dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan selatan. Hingga berita ini ditulis, tidak ada laporan korban jiwa akibat erupsi itu. 

Editor: Fadli Gaper  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Koalisi Gemuk Pemerintah Dinilai Ancam Demokrasi