Share This

Konflik di Filipina, Panglima TNI Kerahkan Kapal Selam Intai Perbatasan

“Ini merupakan tempat yang sangat strategis, karena terkait dengan perkembangan dari Filipina Selatan. TNI tidak main-main dan kami mempelajari betul kondisi di sana."

, BERITA , NUSANTARA

Jumat, 09 Jun 2017 22:25 WIB

Author

Aldrimslit Thalara

Konflik di Filipina, Panglima TNI Kerahkan Kapal Selam Intai Perbatasan

Panglima TNI Gatot Nurmantyo saat mengunjungi dermaga Sionba di Palu, Sulteng, Jumat (09/06). (Foto: KBR/Aldrim T.)

KBR, Palu- Panglima Tentara Negara Indonesia  Gatot Nurmantyo mengerahkan kapal selam untuk mengawal perbatasan dengan Filipina. Hal ini disampaikan panglima saat mengunjungi  dermaga  Stasiun Bantuan (Sionba) Kapal selam Pangkalan TNI AL Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, Jenderal Gatot bersama Pejabat TNI lainnya meninjau langsung kesiapan salah satu Dermaga yang di anggap vital dalam melaksanakan pengawalan di Area Perairan perbatasan.

Saat ini, pembangunan Dermaga stasiun Bantuan Kapal selam tersebut sudah sekitar delapan puluh persen. Namun beberapa waktu lalu, Salah satu kapal Selam telah berlabuh di dermaga tersebut. Kapal Selam tersebut di ketahui telah kembali bertugas di area Perbatasan antara Filipina dan Indonesia.

“Pangkalan ini sangat diperlukan dalam kondisi saat ini. Karena ini merupakan pangkalan kapal selam. Pangkalan saat ini berada di pangkalan Armatim, sehingga operasionalnya di wilayah timur harus ke sana. olehnya, pangkalan ini sangat strategis hanya pembangunannya belum final,” ungkap Gatot usia meninjau pembangunan dermaga pada Jumat (09/06).
 

Gatot melanjutkan, “ini merupakan tempat yang sangat strategis, karena terkait dengan perkembangan dari Filipina Selatan. Karena kita juga mengerahkan kapal selam untuk mengintai di sana. TNI tidak main-main dan kami mempelajari betul kondisi di sana."
 

Penuntasan pembangunan Dermaga Sionban Pangkalan TNI AL Palu   tinggal mengerjakan mekanis dan kelistrikan. Dermaga  akan menampung satu kapal selam dan beberapa kapal laut milik TNI AL.

“Kita sedang bangun di beberapa tempat dan tempatnya masih tersembunyi namun prioritas melihat perkembangan saat ini kita bangun di wilayah-wilayah yang berdekatan dengan perbatasan wilayah Indonesia.” Jelas Gatot.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.