Kasus Covid-19 di Tembagapura Naik, Pemda Minta PT Freeport Tutup Sementara

"Kalau karyawan di Tembagapura tetap kerja terus, kita tidak akan bisa memutus mata rantai kasus Covid-19 di Tembagapura," kata Bupati Mimika.

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Jumat, 08 Mei 2020 15:22 WIB

Author

Adi Ahdiat

Kasus Covid-19 di Tembagapura Naik, Pemda Minta PT Freeport Tutup Sementara

Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, kawasan aktivitas pertambangan PT Freeport Indonesia. (Foto: Wikimedia Commons)

KBR, Jakarta - Pemerintah daerah (Pemda) dan DPRD Kabupaten Mimika, Papua, meminta Presiden Jokowi agar menutup sementara PT Freeport Indonesia.

Masalahnya, menurut laporan Bupati Mimika Eltinus Omaleng, kasus infeksi Covid-19 di area PT Freeport di Tembagapura terus naik.

"Ini memang baru sebatas wacana. Kami akan mengirim surat ke Presiden RI di Jakarta dan semua menteri terkait untuk menutup sementara waktu operasional Freeport. Kalau karyawan di Tembagapura tetap kerja terus, kita tidak akan bisa memutus mata rantai kasus Covid-19 di Tembagapura," kata Bupati Mimika kepada Antara, Jumat (8/5/2020).

"Karyawan itu pergi kerja sama-sama, duduk dalam bus sama-sama, naik tram sama-sama, sampai di tempat kerja sama-sama, pulang dari tempat kerja sama-sama, begitu juga saat makan sama-sama. Jadi otomatis penularannya cepat. Belum lagi suhu udara di Tembagapura dan tambang Grasberg itu sangat dingin, bahkan bisa di bawah nol derajat. Kondisi seperti itu bisa berakibat fatal jika tidak diambil langkah pencegahan secepatnya," lanjutnya.

Bupati Mimika mengatakan pihaknya tidak bisa menutup PT Freeport karena perusahaan tambang itu merupakan obyek vital nasional.

"Kami hanya bisa minta arahan dan petunjuk Bapak Presiden. Kami tidak bisa mengambil langkah sendiri. Kalau memang disetujui usulan kami maka tentu akan lebih bagus untuk menyelamatkan nyawa ribuan orang yang ada tinggal di Tembagapura saat ini," kata dia.


PT Freeport Sudah Terapkan Protokol Kesehatan, Tapi Penularan Tetap Terjadi

Menurut penjelasan juru bicara PT Freeport Indonesia Riza Pratama kepada Antara, mereka sudah menerapkan protokol kesehatan sejak awal Maret 2020.

Upaya yang dilakukan meliputi pembatasan perjalanan ke luar negeri, pemeriksaan suhu tubuh karyawan saat tiba di bandara, terminal bus, serta saat hendak memasuki area kerja.

Karyawan yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat Celcius diwajibkan untuk tidak bekerja dan memeriksakan diri ke tim medis.

PT Freeport juga menerapkan pembatasan interaksi fisik dengan menutup sejumlah fasilitas seperti sekolah, tempat ibadah, dan restoran di seluruh area kerja. Sementara fasilitas umum yang tetap dibuka, seperti kantin karyawan dan pasar swalayan, diberikan garis yang mengatur jarak antrean antar pengunjung.

PT Freeport sudah menggiatkan standar kebersihan dengan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh kantor dan area kerja, serta menutup seluruh akses memasuki Tembagapura sejak 26 Maret 2020.

Perusahaan juga menggelar rapid test dan mempersiapkan prosedur penanganan serta akomodasi untuk karyawannya.

Namun demikian, jumlah kasus infeksi Covid-19 di sana mengalami peningkatan. Menurut laporan Antara, sampai Jumat (8/5/2020) kasus infeksi Covid-19 di Tembagapura area PT Freeport sudah mencapai 56 orang.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Strategi Pembiayaan Lingkungan Hidup

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17