Dugaan Kecurangan, KPU Jatim Tunda Rekapitulasi Suara

"Tadi ada rekomendasi dari Bawaslu ada pencocokan di kecamatan Batumarmar dan kecamatan Waru"

NUSANTARA

Jumat, 10 Mei 2019 08:20 WIB

Author

Budi Prasetiyo

Dugaan Kecurangan, KPU Jatim Tunda Rekapitulasi Suara

Ketua KPU Arief Budiman (kedua dari kanan) mengikuti Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pemilu serentak 2019 Luar Negeri di gedung KPU, Jakarta, Sabtu (4/5/2019).

KBR Surabaya- Hingga dini hari tadi, rekapitulasi suara Pemilu 2019 di Jawa Timur masih menyisakan tiga kabupaten yakni Bangkalan, Pamekasan dan Sampang. Penghitungan suara yang ditargetkan tuntas pada Kamis (9/5/2019) itu harus ditunda, karena KPU Jawa Timur menemukan sejumlah dugaan kecurangan yakni perubahan suara di beberapa daerah.

"Ya untuk hari kelima sesuai agenda kami ada tujuh kabupaten kota, atau delapan kabupaten kota. Tetapi dari tujuh masih menyisakan ada tiga kabupaten yang belum selesai. Yang belum selesai Bangkalan, Sampang dan Pamekasan," kata ketua KPU Jawa Timur Choirul Anam usai rapat pleno rekapitulasi KPU Jatim di hotel Singgasana Surabaya pada Jumat   (10/5/2019) dinihari .

Anam mengatakan, rekapitulasi terpaksa ditunda karena di beberapa kecamatan di Sampang ditemukan dugaan perubahan data perolehan suara. Kondisi itu membuat beberapa saksi dari partai melakukan protes, sehingga KPU Jatim harus melalukan pencocokan suara ulang di tingkat PPS dan PPK. 

"Untuk Pamekasan besok tinggal membacakan karena permasalahan tadi sudah terurai. Tadi ada rekomendasi dari Bawaslu ada pencocokan di kecamatan Batumarmar dan kecamatan Waru dan besok hasilnya kita bacakan," kata Anam.

Anam optimistis molornya penghitungan suara di provinsi Jawa Timur itu tidak akan mempengaruhi di tingkat pusat. Rencananya  rekapitulasi di KPU RI dilakukan pada   12 dan 13 Mei 2019.

"Jawa Timur Provinsi paling awal pelaksanaan rekap. Kita sudah lima hari lalu. Jatim butuh waktu dan protes. Secara umum lancar hanya saja di Madura ada banyak masalah yang harus diselesaikan dan tidak naik ke RI," pungkasnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mendikbud Nadiem Makarim Diminta Perbaiki Mental dan Moralitas