Jadi Tersangka Korupsi Lahan, Kejari Tahan Eks-Bupati Kepahiang

" Sementara itu untuk syamsul Yahemi tadi dilarikan ke rumah sakit Bengkulu karena mengalami serangan jantung,”

BERITA , NUSANTARA

Senin, 28 Mei 2018 21:51 WIB

Author

Muhamad Antoni

Jadi Tersangka Korupsi Lahan, Kejari Tahan Eks-Bupati Kepahiang

Bekas Bupati Kepahiang Bando Amin saat akan di bawa ke Lapas Curup, Senin (28/05). (Foto: KBR/Muh Antoni)

KBR, Kepahiang-  Kejaksaan Negeri Kepahiang provinsi Bengkulu  menetapkan bekas Bupati Kepahiang sebagai tersangka beserta dua orang lainnya kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan Tourism Information Center (TIC) Tahun Anggaran 2015. Selain bekas  Bupati Kepahiang  Bando Amin yang menjabat pada periode 2010-2016, Kejari   juga menetapkan bekas  Kabag Pemerintahan Setdakab Kepahiang, Syamsul Yahemi dan Sapuan.  Dalam kasus tersebut negara merugi sebesar Rp 3,3 miliar.

Kepala Kejari Kepahiang Lalu Syaifudin mengatakan Bando Amin serta Sapuan sudah ditahan di Lapas Curup. 

“Hasil audit BPKP kerugian mencapai 3.3 miliar, dan tersangka Bando Amin dan Sapuan sudah kita tahan dan di bawa ke rutan curup. Sementara itu untuk syamsul Yahemi tadi dilarikan ke rumah sakit Bengkulu karena mengalami serangan jantung,” kata Lalu Syaifudin saat konferensi pers di Kejari Kepahiang Senin (28/5/2018).

Kata dia, tersangka Bando Amin  dijerat Pasal 2, Pasal 3 Undang-Undang 31 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 KUHP. Selain itu  menggunakan alternatif Pasal 22 angka 4 UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme.

“Untuk tersangka Sapuan dijerat dengan pasal 22 undang-undang 28 tahun 1999 hanya disangkakan pasal tindak pidana korupsi saja,” tambahnya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Diminta Pidanakan Tindakan Penyiksaan Oleh Aparat