Share This

Gas Beracun Gunung Ijen, Warga 3 Dusun Mengungsi

“Itu terdeksi di alat pengamat kawah Gunung Ijen, itu ada yang dinamakan gempa hembusan yang kemudian menimbulan letupan-letupan di air danau kawah Ijen."

BERITA , NUSANTARA

Kamis, 22 Mar 2018 09:43 WIB

Korban gas beracun kawah Ijen dilarikan ke klinik Selasa (21/03) malam. (Foto: KBR/ Friska K.)

KBR, Bondowoso-  Sekitar 178 Warga di 3 dusun di kecamatan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, diungsikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Pengungsian lantaran   gas beracun yang berasal dari Kawah Gunung Ijen yang mengakibatkan puluhan orang dilarikan ke tempat pengobatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Bencana (BPBD) Bondowoso, Winarto mengatakan, ratusan warga tersebut berasal dari Dusun Curah Macan, Margahayu dan Watu Capil.

“Sampai tadi malam ada sekitar 178 warga yang diungsikan. Ada 3 titik pengungsian, pertama di Puskesmas Sempol, di Masjid Kalianyar dan salah satu rumah warga di Sempol,” kata Winarto kepada KBR, Kamis (22/3/2018).

Menurut Winarto, warga akan tetap berada di pengusian hingga situasi benar–benar dirasa aman. Saat ini BPBD bersama sejumlah relawan serta TNI dan Polri juga menyiapkan tenda pengungsian di Kecamatan Ijen.

“Pagi ini juga kita buka dapur umum untuk relawan dan masyarakat yang mengungsi. Mulai pagi ini semua perlengkapan dapur umum sudah dibawa naik dan akan melayani warga di Kecamatan Ijen,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Dinas Kesehatan Bondowoso Sugiyanto mengatakan  sudah menerjunkan tim reaksi cepat dari sejumlah puskesmas terdekat untuk membantu proses perawatan pasien di Puskesmas Ijen. Beberapa puskesmas yang dikerahkan untuk membantu di antaranya Puskesmas Wonosari, Sukosari, Sumber Wringin dan Tlogosari.

“Fokus kami bagaimana pasien gas beracun ditangani dengan cepat dan tepat. Selain itu kami juga sudah memasok masker ke Kecamatan Ijen sejak semalam. Tim juga tetap bersiaga di lokasi,” kata Sugiyanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga Kecamatan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, dilarikan ke Puskesmas dan Rumah Sakit akibat terpapar gas beracun yang berasal dari Kawah Gunung Ijen. Menurut Balai Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Jember, keluarga gas beracun dari dasar kawah disebabkan adanya letupan yang menyebabkan naiknya permukaan air kawah yang disebabkan tingginya suhu di dasar kawah.

 Penutupan

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jember, Jawa Timur, menutup total jalur pendakian menuju Kawah Ijen sejak Rabu (21/3/2018) malam. Kepala Seksi V BKSDA Wilayah III Jember, Sumpena mengatakan, penutupan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen akan berlangsung sampai waktu yang belum diketahui.

Saat ini BKSDA bersama pihak terkait tengah menginformasikan penutupan jalur pendakian kepada wisatawan yang berada di Paltuding.

“Malam ini kita tutup total sampai waktu yang tidak ditentukan. Saat ini kita sudah hadang pengunjung yang mau naik,” kata Sumpena kepada KBR, Rabu (21/3/2018) malam.

Kata  Sumpena, ada sejumlah dugaan terkait keluarnya gas beracun dari Kawah Gunung Ijen. Yang paling memungkinkan adalah adanya letupan dari dasar Kawah Ijen yang menyebabkan naiknya permukaan air kawah yang disebabkan tingginya suhu di dasar kawah.

“Suhu di bawah itu kan antara 400 – 500 derajat. Memang tidak ada gejala apapun dan tidak bisa diprediksi. Kejadian yang sama pernah terjadi tahun lalu,” jelasnya.

Editor: Rony Sitanggang

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.