NASIONAL

Terlalu Lelah Tuk Ambil Keputusan

"Banyaknya keputusan yang harus diambil silih berganti bisa membuat seseorang kelelahan dan mengalami Decision Fatigue."

AUTHOR / Tim Disko

Diskusi Psikologi (Disko)
Diskusi Psikologi (Disko)

KBR, Jakarta- Kelelahan adalah suatu kondisi yang biasa dialami manusia. Kelelahan atau fatigue adalah kondisi di mana Anda selalu merasa lelah, lesu, atau kurang tenaga. Melansir Hello Sehat dari Kementerian Kesehatan, fatigue membuat seseorang tidak memiliki motivasi dan energi. 

Salah satu penyebab kelelahan adalah membuat keputusan. Kelelahan dalam membuat keputusan biasa disebut decision fatigue. Ini adalah adalah kondisi ketika seseorang mengalami kelelahan dalam mengambil keputusan.

Apa saja sih yang menyebabkan seorang mengalami decision fatigue?

1. Stres bisa jadi salah satu faktor timbulnya decision fatigue.

Tingkat stres yang tengah dialami seseorang menjadi dasar penyebab kelelahan dalam mengambil keputusan.

2. Banyaknya jumlah keputusan yang diambil

Makin banyak keputusan yang diambil seseorang dalam suatu waktu, akan berkontribusi pada kondisi orang tersebut. Makin banyak keputusan yang dibuat, maka seseorang membutuhkan energi yang makin banyak.

Setiap harinya ada banyak keputusan yang diambil seseorang. Mulai dari pakaian apa yang akan dikenakan, makanan apa yang harus dimakan hingga keputusan-keputusan lainnya.

3. Tingkat kompleksitas atau kerumitan sebuah keputusan.

Keputusan yang sulit dibuat akan mempercepat habisnya energi. Akibatnya, kemampuan seseorang untuk membuat keputusan dengan bijak akan semakin berkurang dengan sendirinya seiring berjalannya hari.

Baca juga:

Fenomena Cancel Culture di Media Sosial

Jadi Trending, Gimana Netizen Soroti Panglima TNI Baru dan Isu Pertahanan

Komen Netizen Menyoal 'Generasi Zaman Now Lemah Mental'

Menurut Dr. Clara Moningka, S.Psi., M.Si, selaku Dosen Prodi Psikologi Universitas Pembangunan Jaya, decision fatigue adalah kondisi seseorang merasa kelelahan secara mental karena memikirkan terlalu banyak pilihan. Pada akhirnya, kata Clara bisa mempengaruhi kemampuan seseorang dalam membuat keputusan yang tepat.

"Kita jadi punya decision paralysis gitu ya. Jadi bingung akhirnya kemudian kita diam aja, atau kita mengalami yang namanya implited self control ya. Jadi, kita jadi malah menghindar gitu loh. Jadi Harusnya bisa ngambil keputusan tapi akhirnya, ah udah deh nggak jadi gitu. Jadi bisa jadi gini, kayak misalnya contoh ya makanan di grabfood itu loh. Kan banyak banget gitu. Nah in the end setelah kita milih-milih, akhirnya kita udah deh goreng telur aja. Karena bingung ya, abis akhirnya harus milih yang mana atau kita akhirnya kembali pada keputusan awal kita, yang sering kita beli apa sih gitu loh? Akhirnya tadi tuh kita wasting time untuk memilih sesuatu yang akhirnya membuat kita tuh lelah sendiri," ungkap Clara.

Clara Moningka mengungkapkan, decision fatigue ini bisa merugikan seseorang yang mengalaminya. Kelelahan dalam mengambil keputusan di sebut Clara bisa mempengaruhi kehidupan sehari-hari hingga ke pekerjaan. Bahkan bisa mengarah ke masalah anxiety atau kecemasan.

Taukah kalian, decision fatigue memberikan pengaruh yang buruk pada kehidupan kita. Untuk mengetahui pengaruh kelelahan dalam mengambil keputusan terhadap diri kita dan cara mengatasinya, yuk simak podcast Diskusi Psikologi (KBR) bersama Dr. Clara Moningka, S.Psi., M.Si, selaku Dosen Prodi Psikologi Universitas Pembangunan Jaya di link berikut ini:

  • Kelelahan ambil keputusan
  • Decision fatigue
  • fatigue
  • Terlalu banyak pilihan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!