NUSANTARA

Terancam, Ratusan Nakes Mengungsi dari Mamberamo Tengah

Mereka mengungsi karena khawatir dengan aksi unjuk rasa di sana akhir pekan lalu. Kala itu, massa meminta warga dari luar Mamberamo Tengah keluar dari sana.

AUTHOR / Arjuna Pademme

Terancam, Ratusan Nakes Mengungsi dari Mamberamo Tengah
Warga Mamberamo Tengah, Papua, saat berunjuk rasa, Sabtu, 9 Juli 2022. Foto: Nius Yikwa

KBR, Jayapura- Ratusan tenaga kesehatan (nakes) mengungsi dari Kobakma, ibu kota Kabupaten Mamberamo Raya, Papua ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, sejak Sabtu, 9 Juli 2022.

Nakes itu mengungsi bersama warga dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari luar Papua dan warga asli Papua, yang bukan berasal dari Mamberamo Tengah. Mereka mengungsi karena merasa tidak aman.

Para nakes dan ASN khawatir dengan aksi unjuk rasa di sana akhir pekan lalu. Sebab, saat itu, massa memalang sejumlah kantor pemerintahan, dan meminta warga yang bukan asli Mamberamo Tengah meninggalkan wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Memberamo Tengah, Helda Wally mengatakan di antara ASN yang mengungsi adalah dokter dan tenaga kesehatan dari luar Papua dan asli Papua, namun dari daerah lain.

"Melihat situasi Kobakma hari ini, kelihatannya tidak aman. Saya sebagai kepala dinas, kami harus menyelamatkan teman-teman kami, petugas (kesehatan). Dokter, perawat, bidan dan sebagainya, karena ada peristiwa-peristiwa yang telah terjadi," kata Helda Wally, Selasa, (12/7/2022).

Helda mengaku, tidak ingin dokter dan nakes yang bertugas di sana terancam keselamatannya. Apalagi sekitar 65 persen tenaga kesehatan di Mamberamo Tengah, bukan orang asli setempat.

"Kita hanya mengantisipasi saja. Jangan sampai kami punya petugas itu nyawanya terancam dalam pelayanan," kata Helda Wally.

Pemicu Aksi Demo

Kepala Dinas Kesehatan Mamberamo Tengah, Helda Wally mengatakan jumlah tenaga medis di Mamberamo Tengah termasuk honorer adalah 313 orang.

Sebanyak 220 di antaranya merupakan berasal dari luar Papua, dan tenaga medis asli Papua, yang bukan anak asli Mamberamo Tengah.

Kata dia, saat ini yang masih bertugas dan berada di Mamberamo Tengah adalah tenaga medis yang merupakan anak asli setempat.

Unjuk rasa di Mamberamo Tengah akhir pekan lalu, berkaitan dengan kasus dugaan suap di lingkungan Pemkab Memberamo Tengah. Kasus dugaan suap itu yang kini sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pengunjuk rasa meminta kejelasan status Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak, yang diduga terlibat dalam dugaan kasus suap.

Polda Papua Kirim Pasukan

Sementara itu, Kapolda Papua, Mathius D Fakhiri mengatakan belum bisa memastikan jumlah warga yang mengungsi.

Namun, ia akan mengirim beberapa Pejabat Utama Polda Papua ke Mamberamo Tengah, untuk mengevaluasi keadaan dan mencari tahu penyebab pasti warga mengungsi.

Selain itu, Polda Papua juga telah mengirim satu kompi Brimob untuk diperbantukan di Mamberamo Tengah. Mereka diperkirakan telah tiba di sana, Senin, 11 Juli 2022. Namun, Polda Papua masih akan mengirim kembali dua kompi Brimob ke Mamberamo Tengah.

"Siapa saja yang terlibat dalam aksi pemalangan tersebut akan diproses hukum. Aksi itu tidak dibenarkan dan memiliki konsekuensi hukum," kata Mathius D Fakhiri.

Baca juga:

Editor: Sindu


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!