NASIONAL

Ribuan Calon Dokter Spesialis Depresi, Kemenkes Bakal Evaluasi Sistem Pendidikan

"Dari 22 persen yang mengalami depresi, 3,3 persen calon dokter memiliki keinginan mengakhiri hidup."

AUTHOR / Hoirunnisa

Ribuan Calon Dokter Spesialis Depresi, Kemenkes Bakal Evaluasi Sistem Pendidikan
Ilustrasi: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menolak DLP. Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berpotensi mengevaluasi sistem pendidikan kedokteran usai terdapat 22 persen calon dokter spesialis depresi.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Siti Nadia Tarmizi menyebut, akan mengobservasi penyebab terjadinya depresi pada calon dokter spesialis.

"Survei ini hanya merupakan deteksi dini mencari gejala-gejala yang muncul kemudian mengkategorikan secara umum, apakah seseorang itu sudah terdeteksi satu kesehatan mental yaitu depresi. Nah ini yang sedang kita cari untuk coba dicari penyebabnya. Pasti akan ada evaluasi (sistem pendidikan) tapi, setelah kita mendapatkan data yang lengkap mengenai faktor-faktor penyebab depresi yang muncul di kalangan PPDS ini," ujar Siti Nadia kepada KBR, Rabu, (17/4/2024).

Keinginan Mengakhiri Hidup

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Siti Nadia Tarmizi, menyebut dari 22 persen yang mengalami depresi, 3,3 persen calon dokter memiliki keinginan mengakhiri hidup.

Kata dia, langkah utama yang dilakukan Kemenkes adalah memastikan akan menangani terlebih dahulu 3,3 persen atau 399 peserta yang ingin mengakhiri hidup.

Siti Nabila mengaku, Kemenkes sudah membentuk tim penanganan yang dikepalai Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Bogor. Selanjutnya akan disiapkan layanan baik telemedicine ataupun tatap muka langsung.

Dugaan

Ia menduga kemungkinan ada tekanan selama masa pendidikan, tekanan dalam memberikan pelayanan selama masa pendidikan, tekanan ekonomi selama masa pendidikan, dan perundungan.

"Ini adalah langkah awal yang nantinya kita cari faktor penyebab apa saja yang berpengaruh secara spesifik. Nah ini yang masih kita cari untuk penyebabnya," kata Siti Nabila.

Skrining Kesehatan

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap data terkait 22,4 mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) mengalami gejala depresi.

Data ini diungkap lewat skrining kesehatan jiwa menggunakan kuesioner Patient Health Questionnaire-9 atau PHQ-9, 21, 22, dan 24 Maret 2024. Kuesioner dijawab 12.121 mahasiswa PPDS di 28 rumah sakit vertikal. Hasilnya, 2.716 atau 22,4 persen calon dokter spesialis mengalami gejala depresi.

Baca juga:

Editor: Sindu

Catatan Redaksi:

Koreksi pada judul. Sebelumnya ditulis 'Belasan Ribu Calon Dokter Depresi, Kemenkes Bakal Evaluasi Sistem Pendidikan', diubah menjadi 'Ribuan Calon Dokter Depresi, Kemenkes Bakal Evaluasi Sistem Pendidikan' . Koreksi judul dilakukan pada Kamis, (18/4), pukul 14.47 WIB. Terima kasih.

  • Calon Dokter Spesialis
  • Dokter
  • Kemenkes
  • Depresi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!