NASIONAL

Petani Rembang Keluhkan Sulitnya Beli Pupuk Bersubsidi

"Pupuk tersebut tidak bisa dibeli dengan bebas lantaran harus memiliki kartu tani."

Musyafa

Petani Rembang Keluhkan Sulitnya Beli Pupuk Bersubsidi
Seorang petani di Kabupaten Rembang sedang memberi pupuk pada tanaman padinya. Jumat (27/01/2023). Foto: KBR/Musyafa

KBR, Rembang- Para petani di Kabupaten Rembang, Jawa tengah mengeluhkan sulitnya membeli pupuk bersubsidi dari pemerintah. Padahal menurut Sugeriyanto, salah seorang petani di Desa Wonokerto, Kecamatan Sale, pupuk bersubsidi menumpuk di beberapa kios pupuk lengkap (KPL). Namun menurutnya, pupuk tersebut tidak bisa dibeli dengan bebas lantaran harus memiliki kartu tani.

“Padahal petani sudah siap duwit untuk beli pupuk, tapi belinya di mana. Katanya pakai kartu tani, nggak dikasih, terus gimana. Saya melihat di situ (kios), pupuk tumpuk-tumpuk, tapi dibeli nggak boleh. Pakai kartu tani, juga nggak dikasih. Petani do ngelu (pusing-Red) ini pak, “ tuturnya saat kegiatan panen raya, Jum’at (27/01).

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto mengatakan, pemerintah memang telah menerapkan sistem penjualan tertutup untuk pupuk bersubsidi dengan kartu tani.

“Artinya tidak boleh dijual umum secara bebas. Di KPL barang banyak, tapi mau beli, ndak boleh. Sudah pakai kartu tani sulit. Mungkin ini keluhan banyak petani ya. Di dalam e-alokasi tersebut, setiap petani yang berhak memperoleh pupuk bersubsidi, sudah ditentukan berapa jatahnya (kuota) untuk masing-masing musim tanam," ujar Agus.

Baca juga:

Pupuk Langka dan Mahal, Kementan Dorong Pakai Biosaka

Stok Pupuk Bersubsidi di Rembang Menipis, Kartu Tani Jadi Kendala

Ia menambahkan, jika petani mengalami kesulitan menebus pupuk menggunakan kartu tani, petugas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan siap membantu. Pada prinsipnya, kata dia, selama nama yang bersangkutan sudah masuk dalam e-alokasi, maka petani tersebut bisa mendapatkan haknya.

“Tapi nuwun sewu kalau belum ada di e-alokasi, tetap tidak bisa. Meskipun bener-bener nanam. Jadi dikoordinasikan dengan BPP, “ imbuhnya.

Apabila petani yang belum masuk e-alokasi tetap dilayani oleh pihak KPL, konsekuensinya KPL wajib membayar sesuai harga pupuk non subsidi yang harganya jauh lebih mahal, dibandingkan pupuk subsidi.

“Kalau dilanggar, KPL nggak bisa ngeklaimkan subsidi, sehingga harus tetap bayar non subsidi. Urea subsidi Rp 2.250 per Kg, NPK Rp 2.300 per Kg. Kalau dibandingkan non subsidi, 3 kali lipatnya atau berapa itu, “ bebernya.

Sebelumnya, alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Rembang di tahun 2023, seperti pupuk Urea mencapai 22 ribu ton, sedangkan NPK 20 ribu ton.

Angka tersebut kata dia, menurun dibandingkan alokasi pupuk subsidi tahun 2022, yang jumlahnya mencapai 25.396 ton untuk urea dan 25.267 ton untuk NPK.

Editor: Dwi Reinjani

  • pupuk subsidi
  • petani Rembang
  • kartu tani

Komentar (0)

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!