NASIONAL

Pemerintah Tegaskan Proyek Menara BTS 4G Tetap Berlanjut

""Kalau ini tidak diteruskan akan mengalami kerugian yang luar biasa selama 14 tahun atau 16 tahun kita mengerjakan ini,”"

AUTHOR / Ardhi Ridwansyah

Johnny G. Plate Tersangka
Menkominfo Johnny G. Plate di mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (17/5/2023). (FOTO: ANTARA/Reno Esnir).

KBR, Jakarta -  Pemerintah memastikan proyek pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) 4G Bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tetap berlanjut. Pelaksana tugas (Plt) Menteri Komunikasi dan Informatika, Mahfud MD meminta jajarannya tetap bekerja dengan tenang dan mengikuti aturan meski program itu diduga menjadi bancakan korupsi oleh bekas Menkominfo Johnny G. Plate.

“Pesan presiden proyek BTS 4G karena ini sudah berjalan sejak tahun 2006 dan berjalan baik sampai 2019 dan baru bermasalah pada tahun 2020 dan 2021 sehingga kalau ini tidak diteruskan akan mengalami kerugian yang luar biasa selama 14 tahun atau 16 tahun kami mengerjakan ini,” kata Mahfud dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kemkominfo, Jakarta, Selasa (23/5/2023).

Menkominfo Mahfud MD menginstruksikan agar sisa dana proyek BTS 4G dapat digunakan untuk pembangunan BTS sesuai rencana sebelumnya. 

Mahfud juga meminta agar proyek-proyek strategis lainnya tetap berjalan, seperti Satelit Satria, Akses Internet dan Palapa Ring.

Baca juga:

Instruksi ini disampaikan Mahfud saat pelantikan empat eselon satu di lingkungan Kominfo. Mereka adalah Staf Ahli bidang Teknologi Mochamad Hadiyana yang sebelumnya mengusulkan Deputi Bidang Informasi dan Data di Komisi Pemberantasan Korupsi.

Selanjutnya Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Wijaya Kusumawardhana yang sebelumnya melamar Sekretaris Deputi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. 

Kemudian Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Wayan Tony Supriyanto, yang sebelumnya melibatkan Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika. Terakhir, Inspektorat Jenderal Komunikasi dan Informasi Arief Tri Hardiyanto, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

Mahfud memastikan pergantian jabatan ini tidak terkait penetapan Johnny G. Plate sebagai tersangka kasus korupsi pembangunan menara BTS 4G. Ia memastikan, pergantian pejabat Kominfo ini sudah diusulkan jauh hari sebelum Kejaksaan Agung menetapkan Plate sebagai tersangka.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan dan menetapkan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Base Transceiver Station atau BTS 4G dan infrastruktur pendukung paket 1-5 BAKTI Kominfo.

Dirdik Jampidsus Kejagung Kuntadi memastikan telah mengantongi kecukupan bukti yang memperkuat dugaan tersebut. 

Baca juga:

Pada pemeriksaan sebelumnya, Tim Penyidik ​​Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) mendalami keterangan Plate sebagai pengguna anggaran. Pengadaan menara BTS 4G ini diduga merugikan negara sebesar lebih dari Rp8 triliun karena telah direkayasa dengan pengondisian proses lelang proyek oleh pengguna. Akibatnya, banyak pembangunan menara BTS yang mangkrak.

Tol Langit

Pada penjelasan berbeda, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan, program yang digagas pemerintah sebagai upaya pemerataan jaringan internet di seluruh wilayah Indonesia itu akan tetap berlanjut meskipun proyek itu bermasalah.

“Tol Langit itu memang sudah menjadi program nasional dan program strategis nasional. Karena itu, apapun yang terjadi akibat misalnya kemungkinan terjadinya korupsi itu, Tol Langit akan terus (berlanjut),” tegas Wapres saat memberikan keterangan usai membuka Asia Media Summit (AMS) ke-18 Tahun 2023 di Bali, Kawasan Wisata Nusa Dua BTDC, Jalan Nusa Dua, Benoa, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (23/05/2023).

Menurut Wapres, program Tol Langit sangat esensial karena menjadi media penyampai perkembangan nasional, termasuk keberhasilan ekonomi, serta mendukung program belajar jarak jauh melalui internet.

“Jadi sangat penting peran dari Tol Langit ini dan sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan dan mewujudkan NKRI. NKRI bukan hanya kita wujudkan dalam bentuk politik tetapi dalam bentuk pelayanan, baik pelayanan yang sifatnya jalan pembangunan, pembangunan fasilitas dasar, (dan) juga termasuk fasilitas internet dan komunikasi,” ucapnya.

Baca juga:

Selain itu, tutur Wapres, proses audit juga harus dimulai sejak awal, sehingga dapat mengantisipasi kecurangan bahkan korupsi.

“Sistem dan regulasinya, dan tentu juga sumber daya manusianya (juga harus diperbaiki), sebab regulasi pun dikembalikan kepada SDM pelaksananya,” imbuhnya.

Terakhir, Wapres kembali menegaskan bahwa seluruh aspek yang memiliki celah penyebab terjadinya penyimpangan harus dihilangkan.

“Semuanya harus kita bereskan, (terutama) aspek-aspek yang menyebabkan terjadinya (penyimpangan). Jadi dengan mengedukasi (SDM), membuat pencegahan, (menyempurnakan) peraturan, dan lain sebagainya,” tegasnya.

Editor: Muthia Kusuma Wardani

    • Mahfud MD
    • dugaan praktik korupsi di proyek BTS BAKTI.
    • Kominfo
    • Johnny G. Plate
    • Korupsi

    Komentar

    KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!