NASIONAL

Mahfud Respons Vonis Eliezer: Putusan Hakim Objektif

"Syukur Alhamdulillah, saya tidak ingin memengaruhi. Karena ini pengadilan. Apakah Eliezer dan lain-lain mau naik banding atau apa, tetapi saya melihat putusan hakim ini hebat."

AUTHOR / Resky Novianto

Mahfud Respons Vonis Eliezer: Putusan Hakim Objektif
Menko Polhukam Mahfud MD merespons vonis hakim atas Richard Eliezer. (Dok Youtube Kemenko Polhukam)

KBR, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku gembira dan bersyukur atas vonis Richard Eliezer. Dalam sidang putusan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara ke Eliezer dalam kasus pembunuhan berencana Yosua. Vonis itu lebih rendah dari tuntutan jaksa yakni 12 tahun penjara.

Mahfud menilai, putusan hakim sudah objektif. Menurutnya, putusan itu didasari atas keberanian dalam menyampaikan fakta di persidangan dan didasari asas kemanusiaan, tanpa terpengaruh tekanan dari luar.

"Konstruksi putusannya sangat bagus, ilmiah tidak jadul. Banyak lho hakim yang sampai hari ini kalau menulis putusan itu pakai bahasa-bahasa Belanda. Strukturnya pakai Belanda, ini ndak. Modern bisa dipahami, dan sulit untuk dibantah perspektif yang digunakan, narasinya modern juga," ujar Mahfud dalam keterangan video, Rabu (15/2/2023).

"Syukur Alhamdulillah, saya tidak ingin memengaruhi. Karena ini pengadilan. Apakah Eliezer dan lain-lain mau naik banding atau apa, tetapi saya melihat putusan hakim ini hebat," ujarnya.

Baca juga:

Mahfud menilai, para hakim yang memutus kasus pembunuhan berencana Yosua sudah bekerja sangat baik. Ia mengapresiasi dan menghormati putusan para hakim yang tidak terpengaruh opini publik.

"Para hakim ini adalah hakim-hakim yang bagus di antara banyak hakim yang juga bagus, kalau tidak menangani kasus-kasus yang biasanya penuh tekanan menjadi tidak bagus tapi kalau ini tidak terpengaruh oleh publik opinion tetapi dia memperhatikan publik common sense," tuturnya.

Mahfud juga menyampaikan terima kasih kepada jaksa penuntut umum dan tim pengacara.

"Soal perbedaan angka tuntutan itu soal tafsir juga," tuturnya.

"Itulah peradilan yang berkeadaban," imbuhnya.

Editor: Wahyu S.

  • Richard Eliezer
  • Ferdy Sambo
  • Pembunuhan Brigadir Yosua
  • Mahfud MD

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!