NASIONAL

Intimidasi Pengamanan KTT G20, YLBHI: Pembungkaman

""Pemerintah dan Presiden tidak bisa mengontrol aparat-aparat di bawahnya untuk kemudian bertindak berlebihan, bertindak sewenang-wenang, melakukan intimidasi""

AUTHOR / Heru Haetami

KTT G20
Presiden Jokowi sambutan saat acara Welcoming Dinner and Cultural Performance KTT G20 2022 di kawasan GWK, Badung, Bali, Selasa (15/11/22). (Antara/Fikri)

KBR, Jakarta -  Kelompok masyarakat sipil menilai intimidasi yang dilakukan aparat dalam keamanan G20 merupakan bentuk pembungkaman yang dilakukan pemerintah. Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhamad Isnur menduga intimidasi aparat yang dialami sejumlah kelompok masyarakat sipil berasal dari komando yang sama.

"Kami mengecam, kami juga menyesalkan ya Pemerintah dan Presiden tidak bisa mengontrol aparat-aparat di bawahnya untuk kemudian bertindak berlebihan, bertindak sewenang-wenang, melakukan intimidasi gerakan dan lain-lain. Itu patut diduga komando, komando yang sama," kata Isnur kepada KBR, Selasa (15/11/2022).

Ketua YLBHI, Muhamad Isnur menegaskan, seluruh alat negara selama G20 semestinya menghormati Konstitusi dan Hak Asasi Manusia, utamanya hak kemerdekaan berpendapat dan berekspresi setiap warga negara tanpa terkecuali.


Baca juga:

- Buka KTT G20, Jokowi: Jangan Ada Lagi Perang Dingin

- KTT G20, Indonesia Gagal Jika Tak ada Komunike Bersama

 Isnur juga menyoroti pernyataan Presiden Joko Widodo ihwal demokrasi di agenda KTT G20. Menurutnya, pernyataan Jokowi palsu dan demokrasi yang dimaksud tak memiliki substansi.

"Tapi kan demokrasi itu dari rakyat untuk rakyat. Nah ini yang nggak ada. Oke dia dipilih oleh rakyat, tapi darinya kan nggak ada, darinya ini dari siapa? Dari ini dari oligarki. Bagaimana pemilihan walikota, pemilihan gubernur dan bahkan presiden dikuasai cukong. Jadi sebenarnya itu fake demokrasi yang palsu. Demokrasinya ada tapi substansinya nggak ada," katanya.

Editor: Rony Sitanggang

  • KTT G20
  • intimidasi
  • hak berpendapat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!