Terduga Teroris di Papua Diduga Jaringan JAD

"Sekecil apa pun upaya menggangu Natal damai di Papua ini sudah dicegah sejak dini. Dilakukan penegakan hukum."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 17 Des 2019 10:34 WIB

Author

Arjuna Pademme, Kevin Candra

Terduga Teroris di Papua Diduga Jaringan JAD

Ilustrasi. (Foto: ANTARA)

KBR, Jayapura - Sebanyak tujuh terduga teroris ditangkap di Papua sejak beberapa pekan terakhir. Para terduga ditangkap di beberapa wilayah di Sentani, Kabupaten Jayapura oleh tim Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Mabes Polri dibantu Tim Gegana Brimob Polda Papua.

Wakil Kapolda Papua, Yakobus Marjuki menyatakan para terduga yang ditangkap diduga anggota Jaringan Anshorut Daulah atau JAD, dari Lampung dan Medan.

"Karena ini kan bagian dari Lampung, Medan yang ada di Papua ini. Sehingga dilakukan upaya-upaya dari pusat. Ini yang kita sampaikan, dan tidak perlu dibesar-besarkan. Ini upaya-upaya yang berkaitan dengan pengamanan Natal," kata Yakobus Marjuki.

Hingga kini belum diketahui apa target kelompok ini di Papua. Wakapolda Papua Yakobus Marjuki mengatakan kasus itu masih dalam penyelidikan dan pengembangan polisi.

Ia juga enggan menyebut di mana kini para terduga teroris ini ditahan.

"Tidak perlu dijelaskan mendetail. Yang jelas di Papua ini sudah ada upaya hukum untuk mengantisipasi karena mereka ada di sini (Papua)," ujarnya.

Yakobus mengatakan yang perlu dilakukan di Papua saat ni adalah upaya pencegahan diri, sehingga aparat keamanan tidak kecolongan. Apalagi saat ini masuk masa perayaan Natal 2019.

"Sekecil apa pun upaya menggangu Natal damai di Papua ini sudah dicegah sejak dini. Dilakukan penegakan hukum," ucapnya.

Penangkapan terduga teroris di Papua sudah dilakukan sejak 5 Desember lalu. Juru bicara Mabes Polri Argo Yuwono mengatakan salah satu terduga teroris yang ditangkap Densus Antiteror di Papua berinisial KWN.

"Dari Polda Papua Densus di sana mengamankan satu orang yang inisialnya KWN. Itu saja yang baru diamankan, yang lain menunggu dari Densus 88 informasi selanjutnya," kata Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (6/12/2019) lalu.

Argo menyebut, Densus 88 sedang melakukan pengembangan, untuk mengetahui KWN berafiliasi dengan jaringan teroris lainnya.

Sebelumnya, Densus 88 menangkap terduga teroris di Bima, Nusa Tenggara Barat, Enam pelaku yang ditangkap di Bima berinisial MZ, OWR, AG, MRM, dua lainnya berinisial IF dan AS pernah ditahan pada 2011 lalu.

Simak informasi lainnya:

Papua Target Aksi


Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Papua, KH. Toni Wanggai menduga wilayah Papua merupakan salah satu daerah di Indonesia yang dijadikan target aksi kelompok radikal.

Toni Wanggai mengatakan Papua bisa jadi masuk target kelompok radikal lantaran di Papua ada investasi asing yakni, PT Freeport Indonesia dan perusahan Migas di Papua Barat.

Jika kelompok ini berhasil melakukan aksinya di Papua, akan menjadi isu internasional. Investor pun akan berhati-hati dalam berinvestasi di Papua.

"Saya pikir ini harus diselidiki, diinvestigasi sampai ke akar-akarnya. Dari informasi yang kami dapat dari empat tersangka yang mempunyai alat peledak itu, baru satu yang tertangkap. Sementara tiga mereka melarikan diri. Ini berarti masih ada jaringan ini," kata Toni Wanggai, Rabu (11/12/2019).

Menurut Toni, sejak era 2000-an, kelompok yang diduga radikal disinyalir sudah masuk ke Papua. Meski kelompok-kelompok ini belum melakukan aksi-aksi radikalisme secara fisik, akan tetapi mereka perlu diwaspadai.

PWNU Papua mendesak polisi mengumumkan hasil investigasi terkait terduga teroris yang ditangkap di Papua beberapa waktu lalu agar masyarakat Papua tidak bertanya-tanya.

"Kami dari ormas Islam dan masyarakat berharap kepolisian bisa mendeteksi terduga yang ditangkap dan kelompoknya," ujarnya.

Ikuti juga laporan terkait lain:



Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste