KPAI Sebut UN Ajarkan Kecurangan Secara Masif

"Yang mengerikan sebenarnya adalah ketika kecurangan terjadi secara masif. Itu kan bahaya bagi pendidikan kita."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 17 Des 2019 14:07 WIB

Author

Heru Haetami

KPAI Sebut UN Ajarkan Kecurangan Secara Masif

Siswa Madrasah Ibtidaiyah mengikuti simulasi ujian semester berbasis komputer di Kabupaten Aceh Barat, Jumat (22/11/2019). (Foto: ANTARA/Syifa Yulinnas)

KBR, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendukung rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk menghapus sistem Ujian Nasional (UN).

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan dari pengawasan KPAI terhadap dampak UN kepada anak, UN menimbulkan beban berat bagi anak saat menghadapi ujian tersebut.

Menurut Retno, anak-anak terpaksa mengikuti bimbingan belajar untuk fokus menghadapi UN. Keberadaan UN menjadikan fokus belajar anak hanya pada mata pelajaran yang diujikan.

Selain itu, kata Retno, UN juga menjadikan anak sebagai generasi penghafal.

"Paling banyak sih sebenarnya adalah anak-anak jadi terbebani. Misalnya saja jadi pada ikut bimbingan belajar. Orang tua juga ngeluarin uang lebih banyak. Anak-anak menganggap mata pelajaran yang lain nggak penting. Yang penting hanya mata pelajaran UN. Guru-guru jadi merasa mata pelajaran yang tidak di-UN-kan seperti anak tiri, dianggap pelajaran perlengkap. Anak tidak akan berupaya maksimal, kan itu juga tercipta seperti itu," kata Retno kepada KBR, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Tengok juga laporan terkait:



Komisioner KPAI Retno Listyarti menambahkan, pelaksanaan UN juga dinilai memberikan pelajaran tidak baik kepada anak. Ia beralasan saat UN kerap ditemukan praktik ketidakjujuran anak dalam mengerjakan ujian.

"Yang mengerikan sebenarnya adalah ketika kecurangan terjadi secara masif. Itu kan bahaya bagi pendidikan kita. Seolah-olah bahwa kita bisa menghalalkan segala cara, seolah ketidakjujuran itu biasa dicontohkan di pendidikan. Itu yang mengerikan," kata Retno.

Retno mengungkapkan, keberadaan pelaksanaan UN tidak menjamin pendidikan di Indonesia lebih baik. Selain itu, kata Retno, pendidikan Indonesia justru tertinggal daripada negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

"Kalau dibilang UN akan membuat pendidikan maju, pendidikan berkualitas, UN membuat anak berprestasi, ternyata tidak tuh. Bahkan pendidikan kita tertinggal dari negara sebelah, Malaysia, Singapura. Artinya UN ini tidak masalah dihapuskan dan kita dukung," kata Retno.

Simak juga laporan lain mengenai UN:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Erlin: Edutrip Hadir untuk Meningkatkan Minat Anak ke Museum