Konferensi Keadilan Sosial di NTT, Puluhan Peneliti Kaji Kebijakan Investasi Pemerintah

"Investasi memang baik untuk kepentingan makro ekonomi, tetapi ada dampak tertentu bagi warga negara seperti terkait akses tanah, air, dan lain-lain."

BERITA | NASIONAL

Senin, 02 Des 2019 14:55 WIB

Author

Adi Ahdiat

Konferensi Keadilan Sosial di NTT, Puluhan Peneliti Kaji Kebijakan Investasi Pemerintah

Pembangunan real estate di Samarang, Kab. Garut, Jawa Barat (19/11/2019). Januari-September 2019 realisasi investasi properti melonjak 55 persen. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Puluhan peneliti akan menghadiri acara Annual Conference on Social Justice (ACSJ) atau Konferensi Keadilan Sosial 2019 yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 4-5 Desember 2019 mendatang.

"Paling kurang ada 80 peneliti mengonfirmasi untuk hadir dalam ACSJ 2019 di Kota Kupang. Mereka berasal dari kalangan akademisi, birokrat, dan aktivis dari berbagai daerah di Tanah Air," kata Ketua Panitia ACSJ 2019, Dominggus Elcid Li, seperti dilansir Antara, Senin (2/12/2019).


Baca Juga:


Memikirkan Ulang Investasi

Tahun ini ACSJ 2019 mengangkat tema "Memikirkan Ulang Pembangunan yang Berkeadilan Sosial dan Berperikemanusiaan".

Menurut Dominggus, tema tersebut diangkat untuk merespon kebijakan pemerintahan Jokowi yang berfokus pada investasi.

"Investasi memang baik untuk kepentingan makro ekonomi, tetapi ada dampak tertentu bagi warga negara seperti terkait akses tanah, air, dan lain-lain," kata Dominggus.

"Selain kepentingan investasi, ada politik kewarganegaraan yang harus dikedepankan karena sering kali terabaikan dalam kegiatan investasi," lanjutnya.

ACSJ 2019 juga akan membahas persoalan kewarganegaraan lain seperti konflik berbasis identitas, konflik gender, kesehatan publik, kemiskinan, kesejahteraan daerah perbatasan, dan perdagangan orang.

ACSJ 2019 digelar oleh Indonesia Social Justice Network (ISJN), bekerja sama dengan Institute of Resource Governance and Social Change (IRGSC), Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Provinsi NTT, serta Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mahkamah Agung Tuai Protes Usai Mengobral Pengurangan Hukuman Koruptor