Jokowi: Bangsa ini Sedang Hijrah

"Hijrah dari pesimisme ke optimisme. Hijrah dari individualisme, menuju kolaborasi, kerja sama. Hijrah dari yang sering marah-marah, kepada menuju kesabaran," kata Presiden Jokowi.

BERITA , NASIONAL

Jumat, 21 Des 2018 13:54 WIB

Author

Dian Kurniati

Jokowi: Bangsa ini Sedang Hijrah

Presiden Joko Widodo. (Foto: ANTARA/Wahyu Putro)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebut saat ini Indonesia sedang berhijrah dari keterbelakangan menuju kemajuan.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadirir Apel Akbar Milad Satu Abad Gerakan Kepaduan Hizbul Wathan Muhammadiyah , di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (21/12/2018).

Jokowi meminta masyarakat ikut berkontribusi menciptakan generasi yang mendorong kemajuan untuk Indonesia.

"Bangsa ini sekarang sedang hijrah, hijrah dari pesimisme-pesimisme ke optimisme-optimisme. Hijrah dari individualisme-individualisme, menuju kolaborasi, kerja sama. Hijrah dari yang sering marah-marah, kepada menuju kesabaran-kesabaran. Hijrah dari keterbelakangan, menuju sebuah bangsa yang berkemajuan," kata Jokowi di Bumi Perkemahan Cibubur, Jumat (21/12/2018).

Jokowi mengatakan, kunci kemajuan tersebut adalah pembangunan sumber daya manusia. Negara juga berusaha mendorong generasi yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, sekaligus agama. Jokowi meminta masyarakat selalu kompak membangun negara, bukan bergerak sendiri-sendiri dan bersifat individualis.

Preside Jokowi memuji Muhammadiyah sebagai organisasi yang menyumbang banyak tokoh terbaik untuk negara. Di antaranya Jenderal Soedirman, Kasman Singodimedjo dan Adam Malik. Ia juga meyakini akan lebih banyak tokoh yang lahir dari berbagai organisasi keagamaan di Indonesia.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.