Share This

Berhenti Merokok Seketika Lebih Efektif

“Salah satu cara yang paling bagus untuk berhenti merokok adalah berhenti seketika. Jika bertahap, risiko untuk teradiksi kembali itu lebih tinggi,”

NASIONAL

Kamis, 21 Des 2017 16:26 WIB

Author

Rizal Wijaya

Berhenti Merokok Seketika Lebih Efektif

Banyak orang yang bertanya-tanya dampak negatif yang terjadi jika perokok berhenti merokok seketika. Namun menurut Fuad Baradja, justru cara ini lah yang paling tepat. Sebab, jika dilakukan bertahap, banyak godaan dari faktor eksternal yang dapat membuat perokok kembali kedalam candu rokok, seperti iklan rokok, harga murah dan lingkungan yang mendukung. Fuad menjelaskan bahwa berhenti merokok adalah sebuah proses ketika otak tidak mendapat asupan nikotin, “JIka orang dapat bertahan selama 30 hari tanpa rokok, maka keinginan untuk merokok sedikit-sedikit akan menghilang,” lanjut Fuad.

Motivasi merupakan kunci utama untuk berhenti merokok, “Terapi apapun yang dilakukan untuk berhenti merokok itu sifatnya hanya membantu, tidak mungkin membuat perokok langsung berhenti merokok,” jelas Fuad. Sama seperti yang dialami oleh Indro warkop, ia dapat berhenti merokok seketika karena melihat anaknya meminta difoto sambil memegang rokok mainan. Kejadian tersebut  yang memotivasinya berhenti setelah kecanduan selama 30 tahun, karena Indro tidak ingin anaknya ikut menjadi perokok seperti dirinya.

Lalu mengapa orang bisa kecanduan terhadap rokok? Jawabannya adalah karena memulai, karena jika tidak memulai tidak akan kecanduan. “Sebetulnya semua orang yang merokok di dunia ini karena kecanduan nikotin. Awalnya hanya gagah-gagahan, gaya-gayaan.” Sekitar sepertiga atau 36,3 persen penduduk Indonesia saat ini adalah perokok dan 20 persennya adalah remaja usia 13-15 tahun. Menurut Fuad Bardja, kebanyakan remaja jatuh kedalam candu rokok karena coba-coba. “Ketika saya memberikan penyuluhan kepada anak-anak sekolah, saya bertanya kepada mereka, apa sih yang teman-teman kalian cari dari merokok itu? Dan jawaban mereka adalah tidak jauh dari keren, gaya, dan gaul,”jelas Fuad. Yang membuat heran Fuad, ingin keren tapi anak-anak ini merokok sembunyi-sembunyi.

Indro Warkop juga sependapat dengan Fuad mengenai sebab orang kecanduan rokok, “Orang merokok itu awalnya pasti coba-coba, awalnya pasti untuk gaya-gayaan.” Oleh sebab itu, jika tidak ingin terjerat candu rokok, jangan pernah coba-coba untuk merokok. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.