Jokowi Ingin Ganti Eselon dengan Kecerdasan Buatan AI

"Saya sudah perintahkan juga ke Men-PAN untuk mengganti dengan AI. Kalau diganti artificial intelligence, birokrasi kita lebih cepat. Saya yakin itu,"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 28 Nov 2019 10:56 WIB

Author

Dian Kurniati

Jokowi Ingin Ganti Eselon dengan Kecerdasan Buatan AI

Presiden Joko Widodo memperkenalkan tujuh staf khusus milenial di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11/2019). (Antara/Wahyu)

KBR, Jakarta-  Presiden Joko Widodo berencana mengganti peran pejabat eselon tiga dan empat pada pemerintahan dengan kecerdasan buatan atau AI. Jokowi mengatakan, penggantian peran tersebut akan menyederhanakan proses pengambilan keputusan pada kementerian/lembaga.

Ia meyakini, penggunaan kecerdasan buatan atau robot juga akan mempercepat proses birokrasi pemerintah.

"Tahun depan, kita akan lakukan pengurangan eselon. Kita punya eselon satu, eselon dua, eselon tiga, dan eselon empat. Yang tiga dan empat akan kita potong. Dan saya sudah perintahkan juga ke Men-PAN untuk mengganti dengan AI. Kalau diganti artificial intelligence, birokrasi kita lebih cepat. Saya yakin itu," kata Jokowi di Hotel Ritz Carlton, Kamis (28/11/2019).

Jokowi mengatakan, proses penghapusan eselon tiga dan empat tersebut sangat tergantung pada restu DPR dan pengesahan omnibus law. Usulan omnibus law tersebut, kata Jokowi, akan mulai diajukan pada DPR pada Desember 2019. Menurut Jokowi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo juga mulai menyiapkan penghapusan eselon tiga dan empat tersebut, sambil menunggu pengesahan omnibus law.

Jokowi tak merinci konsep penyederhanaan eselon tersebut. Namun sebelumnya, Istana Kepresidenan membantah rencana pemendekan eselon pada kementerian/lembaga bakal berimbas pada pengurangan pegawai. Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut, penghapusan eselon tiga dan empat tersebut hanya akan memindahkan pejabat struktural pada jabatan fungsional sesuai keahlian.

Editor: Rony Sitanggang
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme