Data BNPT: Puluhan Juta Orang 'Mencari Tuhan' di Medsos

"Ini kita mengutip Indeks Diseminasi Media Sosial yang diterbitkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme pada 2019."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 13 Nov 2019 19:20 WIB

Author

Adi Ahdiat

Data BNPT: Puluhan Juta Orang 'Mencari Tuhan' di Medsos

Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

KBR, Jakarta- Di Indonesia ada puluhan juta orang yang "mencari tuhan" di media sosial (medsos).

Hal itu terbaca dari data rilisan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), yang disampaikan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi.

"Ini kita mengutip Indeks Diseminasi Media Sosial yang diterbitkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme pada 2019 dari angka tertinggi 100," kata Menag Fachrul dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Sentul International Convention Center, Bogor, seperti dikutip Antara, Rabu (13/11/2019).

Menag Fachrul menyebut saat ini ada 130 juta masyarakat Indonesia yang aktif menggunakan medsos. 

Dari jumlah itu, sebanyak 39 persennya atau sekitar 51 juta orang aktif melakukan aktivitas pencarian dan penyebarluasan konten tentang agama.

Menurut data BNPT yang dikutip Menag Fachrul, konten keagamaan yang paling banyak dicari dan disebarluaskan di medsos itu adalah:

  • Keberadaan Tuhan (skor 43,91)
  • Sifat-sifat Tuhan (skor 40,31)
  • Kuasa Tuhan (40,31)
  • Kisah hidup orang-orang suci (36,72)

"Dari angka tersebut, menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memperdalam pengetahuan perihal agama melalui medsos," kata Menag Fachrul.

"Hal itu berarti masyarakat tidak lagi mencari, mementingkan atau fokus pada otoritas-otoritas terkait keagamaan saat mereka dahaga akan ilmu agama, melainkan mencarinya secara daring," jelasnya lagi.


Rawan Konten Radikal

Menurut Menag Fachrul, tren belajar agama dari medsos memunculkan potensi penyebaran paham radikal.

Menurut dia, keadaan tersebut membuat masyarakat mudah mengonsumsi konten-konten keagamaan yang ekstrem, tanpa ada konsultasi dengan otoritas keagamaan tradisional.

Merespon hal tersebut Menag Fachrul menyatakan bakal mengembangkan strategi khusus untuk memoderasi konten keagamaan di ruang digital.

“Pemerintah dan otoritas formal perlu mengembangkan strategi komunikasi yang utamanya ditujukan pada generasi milenial, yang lebih rentan terhadap radikalisme,” ujar Menag Fachrul di situs resminya, Rabu (13/11/2019).

"Agar mereka (milenial) melek agama, yang semuanya bertujuan dalam rangka penguatan keberagamaan yang moderat," katanya lagi. 

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme