Pengungsi Kerusuhan Wamena Diare dan Gatal-Gatal

"Kondisi pengungsian yang tidak nyaman dan serba terbatas menyebabkan pengungsi rentan mengalami penyakit."

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Kamis, 03 Okt 2019 17:04 WIB

Author

Adi Ahdiat

Pengungsi Kerusuhan Wamena Diare dan Gatal-Gatal

Pengungsi kerusuhan Wamena, turun dari pesawat Hercules setibanya di Lanud Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (3/10/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Sejumlah warga yang mengungsi akibat kerusuhan Wamena di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, mengalami diare dan gatal-gatal.

"Kondisi pengungsian yang tidak nyaman dan serba terbatas menyebabkan pengungsi rentan mengalami penyakit," kata Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat, seperti dilansir Antara, Kamis (3/10/2019).

Selain diare dan gatal-gatal, pengungsi kerusuhan Wamena juga dilaporkan banyak menderita batuk dan demam.

Dalam sepekan terakhir ada sekitar 1.864 orang yang berobat. Ada juga delapan orang yang menjalani rawat inap.

Untuk membantu korban, Kementerian Sosial mengklaim telah mengirimkan bantuan senilai Rp3,8 miliar. Bantuan tersebut berupa kebutuhan logistik, bantuan usaha ekonomi produktif dan santunan bagi keluarga korban jiwa.

Namun demikian, bantuan penguatan dapur umum dari Kementerian Sosial baru mencukupi untuk 5.000 jiwa.

Sedangkan menurut data yang dihimpun Antara sampai Rabu (2/10/2019), total jumlah pengungsi mencapai 9.240 orang. 

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Cina Berencana Melarang Teknologi Asing di Seluruh Kantor Pemerintahan dan Institusi Publik

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Aceh

Menteri Nadiem Ungkap Pengganti Ujian Nasional

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7