Hari ini Jokowi Kenalkan Kabinet, Pengamat Minta yang Profesional

"Menteri yang tidak hanya berwacana, membuat gaduh di media, narasi-narasi yang tidak jelas, tapi ini yang akan dicari presiden adalah menteri yang bisa bekerja."

BERITA | NASIONAL

Senin, 21 Okt 2019 10:07 WIB

Author

Siti Sadida, Dian Kurniati

Hari ini Jokowi Kenalkan Kabinet, Pengamat Minta yang Profesional

Presiden Joko Widodo menghadiri Konser Musik Untuk Republik di Buperta Cibubur, Jakarta, Minggu (20/10). (Foto: Antara/Asprilla)

KBR, Jakarta-  Dekan Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Erwan Agus Purwanto menyarankan Jokowi menekankan aspek profesionalitas pada menteri-menterinya di kabinet kerja periode 2019-2024. Ia mengungkapkan selain profesionalisme, Presiden Jokowi harus melibatkan generasi muda untuk menjadi di kabinetnnya.

"Menteri yang tidak hanya berwacana, membuat gaduh di media, narasi-narasi yang tidak jelas, tapi ini yang akan dicari presiden adalah menteri yang bisa bekerja. Saya kira kan salah satu yang nanti membedakan dengan menteri sebelumnya itu. Tadi di dalam pidato beliau kan juga mengatakan itu. Menteri tidak hanya sending, mengirim kebijakan, tetapi men-deliver, menyampaikan hasil-hasilnya itu kepada masyarakat," kata Erwan (20/10/2019).

Dekan Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Erwan Agus Purwanto mendukung rencana Jokowi untuk mempertahankan beberapa menteri dari periode sebelumnya. Misalnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Karena selama ini mereka cukup profesional dan mampu menerapkan kebijakan dengan baik.

Ia melihat Jokowi lebih percaya diri pada periode pemerintahannya yang terbaru. Pengalaman pada periode sebelumnya membuat dirinya memiliki kebebasan yang lebih dalam menentukan kabinet yang akan mendukung kerjanya.

"Yang paling pokok tentu saja dari dukungan politik. Kalau di periode pertama dulu kan minoritas. Tapi ini beliau koalisi itu mayoritas. Sehingga dari sisi itu beliau punya keyakinan," ujarnya.

Terkait dengan rencana pemangkasan birokrasi tetapi ada pula niat untuk menambahkan beberapa wakil menteri, Erwan memperkirakan hal ini akan berdampak positif, salah satunya pada percepatan investasi.

"Untuk level pelaksana tentu dibutuhkan yang efektif dan efisien, tidak seperti sekarang birokrasi terlalu gemuk dan membuat tidak lincah dalam mendeliver kebijakan. Sementara kalau policy maker kan berbeda itu. Saya kira kalau ada menteri, wakil menteri itu bisa mempercepat proses policy making. Tetapi kemudian mesin birokrasinya diperbaiki," tuturnya.

Pengumuman Kabinet

Presiden Joko Widodo memastikan penyusunan daftar menteri Kabinet Kerja jilid II telah rampung. Menurutnya, periode kedua pemerintahannya tak istimewa, lantaran pernah ia jalani lima tahun terakhir.

Jokowi juga berjanji mengumumkan dan memperkenalkan siapa saja menterinya di kabinet Kerja jilid II,  Senin (21/10).

Disinggung menteri dari partai politik pendukungnya, Jokowi membenarkan, ada 16 orang menteri yang berasal dari kalangan partai politik. Namun, Jokowi masih merahasiakan nama-nama menteri dari partai politik itu.

Jokowi juga mengakui ada beberapa menteri dari Kabinet Kerja I yang bertahan untuk lima tahun ke depan.

Ia menyebut, menteri Kabinet Kerja II tak bisa langsung dilantik, karena Wakil Presiden Ma'ruf Amin harus melakukan kunjungan kerja ke Jepang.

"Besok pagi saya kenalkan. Nanti, sorenya Pak Kiai Maruf Amin harus ke Jepang untuk menghadiri penobatan kaisar Jepang. (Akan langsung dilantik?) Ya dikenalkan dulu. Ya kemudian dilantik. (Ada pengujian untuk calon menteri?) Ya kalau sudah dikenalkan ya pasti dilantik," kata Jokowi di Istana Merdeka, Minggu (20/10/2019).

Jokowi menambahkan, pelantikan menteri segera dilangsungkan setelah Ma'ruf Amin kembali ke Indonesia.


Editor: Kurniati Syahdan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik