Undang Tokoh, Jokowi: Jangan Ragukan Komitmen Saya

"Saya ingin menegaskan kembali komitmen saya kepada kehidupan demokrasi di Indonesia, bahwa kebebasan pers, kebebasan menyampaikan pendapat, adalah hal dalam demokrasi yang harus terus kita jaga"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 26 Sep 2019 15:47 WIB

Author

Dian Kurniati

Undang Tokoh, Jokowi: Jangan Ragukan Komitmen Saya

Demo menolak RUU bermasalah di DPR, Selasa (24/09). (Foto: KBR/Wahyu S.)

KBR,Jakarta-  Presiden Joko Widodo mengundang puluhan tokoh agama, ahli hukum, budayawan, hingga ekspemimpin KPK, untuk membahas berbagai isu terkini. Di antaranya  seperti Undang-undang KPK, wacana revisi empat undang-undang, kebakaran hutan dan lahan, hingga konflik di Papua. Jokowi ingin meminta masukan para tokoh untuk menyikapi isu-isu tersebut.

Jokowi pun meminta para tokoh tak meragukan komitmennya dalam menegakkan demokrasi di Indonesia.

"Saya ingin menegaskan kembali komitmen saya kepada kehidupan demokrasi di Indonesia, bahwa kebebasan pers, kebebasan menyampaikan pendapat, adalah hal dalam demokrasi yang harus terus kita jaga dan pertahankan. Jangan sampai Bapak-Ibu sekalian ada yang meragukan komitmen saya mengenai ini," kata Jokowi di Istana Merdeka, Kamis (26/09/2019).

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi juga akan menyampaikan beberapa hal dari sudut pandang pemerintah, meliputi isu kebakaran hutan, Papua, UU KPK, dan RUU KUHP. Mereka juga akan membicarakan gerakan demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah yang mengawal isu-isu tersebut.

Beberapa tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya eks pimpinan KPK Erry Riana Hadjapamekas, cendikiawan muslim Quraish Shihab, rohaniawan Franz Magnis Suseno, dan ekonom Emil Salim. 

Gelombang Aksi

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto mengatakan, ke depan akan ada pengerahan gelombang massa yang lebih besar dari unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa kemarin. Menurutnya massa yang akan dikerahkan merupakan masyarakat yang dihasut bukan lagi terkait revisi ataupun penundaan undang-undang, namun lebih pada pelantikan DPR dan Presiden.

“Dari informasi yang kita terima memang nantinya akan ada satu gerakan. Gelombang baru melibatkan beberapa kelompok masyarakat, kelompok pelajar ya sudah kemarin, dengan harapan muncul korban dan korban dan korban itu mempersalahkan kepada aparat keamanan. Gerakan yang lebih besar menciptakan chaos dan chaos akan membangun ketidak percayaan kepada pemerintah yang sah. Gerakan gelombang baru ini nanti akan mengerahkan kelompok islam radikal.” Ujar Wiranto, di kantornya, Kamis (26/09/2019).

Menurut Wiranto selain kelompok islam garis keras, hasutan akan merajalela kepada buruh, suporter bola, pengemudi ojek hingga paramedis. Sehingga pemerintah meminta agar para kelompok tersebut bisa lebih cerdas menyikapi banyaknya hoaks ataupun provokasi dari orang-orang yang ingin membuat kerusuhan.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18