UMKM Keluhkan Dampak Kabut Asap

Ketua Asosiasi UMKM Indonesia, Ikhsan Ingratubun menjelaskan penurunan omzet paling sedikit mencapai 20 persen.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 17 Sep 2019 22:15 WIB

Author

Muthia Kusuma, Resky Novianto

UMKM Keluhkan Dampak Kabut Asap

Pedagang bumbu masakan mengenakan masker medis ketika kabut asap Karhutla menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (15/9/2019). ANTARA FOTO/Rony Muharrman.

KBR, Jakarta - Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia mengeluhkan penurunan omzet usaha di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Ketua Asosiasi UMKM Indonesia, Ikhsan Ingratubun menjelaskan penurunan omzet paling sedikit mencapai 20 persen.

Ikhsan bahkan menyebut akibat karhutla beberapa UMKM harus tutup dan tidak dapat berjualan.

Catatan Asosiasi UMKM Indonesia, usaha yang paling terdampak kabut asap adalah karena terjadi karhutla yaitu usaha kuliner, dan jasa pengiriman barang.

"Jadi usaha yang paling banyak berdampak adalah usaha makanan. Apalagi usaha emper makanan itu berada di daerah di luar, pasti terdampak. Tragisnya biasanya tutup, satu, dua hari sampai tiga hari. Tergantung masih asapnya tebal maka dia tutup," ucap Ikhsan kepada KBR, Selasa, (16/9/2019).

Sementara jasa pengiriman menurutnya saat ini terhambat karena terbatasnya akses transportasi antarkota bahkan antarprovinsi.

Ia menekankan, pergerakan UMKM tidak hanya dipengaruhi iklim usaha yang positif melainkan juga bebas bencana.

Dalam kondisi kabut asap yang pekat, Ikhsan juga berharap kepada pemerintah untuk memberi bantuan kepada UMKM yang merugi.

Baca juga:
Rapat Terbatas, Jokowi Akui Lalai Antisipasi Karhutla
Kabut Asap Lumpuhkan Bandara Supadio Kalbar
KLHK Selidiki 44 Perusahaan Terkait Karhutla

JASA PENGIRIMAN TERHAMBAT

Asosiasi Perusahan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) menyebut karhutla berdampak terhadap pengiriman barang khususnya melalui jalur udara.

Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Asperindo Trian Yuserma mengatakan, beberapa layanan pengiriman barang ke daerah tertentu di wilayah pulau Kalimantan, saat ini terhenti.

Menurutnya, terhambatnya jasa pengiriman ini lantaran sejumlah penerbangan terhambat akibat jarak pandang penerbangan yang terbatas.

"Setahu saya, saat ini (yang terdampak) adalah Palangkaraya, Banjarmasin, dan Pontianak. Kemarin Riau pesawat masih masuk, tidak tahu hari ini saya belum cek," ucap Trian Yuserma kepada KBR, Selasa (17/9/2019).

Trian menuturkan saat ini yang dirugikan tidak hanya pemilik jasa, tetapi juga masyarakat yang menggunakan jasa usahanya.

"Coba kalau dihitung misalkan sebuah kiriman tidak bisa masuk kesana, kiriman itu urgent ada parts yang harus dibeli di Jakarta yang sampai hari ini tapi karena kirimannya tidak sampai, implikasinya banyak dan tak ternilai," pungkas Trian.

Sebelumnya, karhutla masih terus terjadi di beberapa wilayah di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Sementara itu, ribuan penumpang pesawat terpaksa menunda penerbangannya karena jarak pandang penerbangan terbatas akibat kabut asap.


Editor: Ardhi Rosyadi 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perlindungan Hukum untuk Para Pembela HAM Masih Lemah