Sebut Polisi 'Sweeping' Mahasiswa Papua, Polri Ancam Pidanakan LBH Jakarta

"Kalau LBH membuat berita hoaks nanti bisa kita pidanakan."

BERITA | NASIONAL

Senin, 02 Sep 2019 20:13 WIB

Author

Zae Baneza, Ulfia Dwi, Adi Ahdiat

Sebut Polisi 'Sweeping' Mahasiswa Papua, Polri Ancam Pidanakan LBH Jakarta

Kantor LBH Surabaya didemo massa karena dituduh mendukung separatisme Papua, Kamis (29/8/2019). Demo serupa juga terjadi di kantor LBH Jakarta. (Foto: ANTARA/Didik Suhartono)

KBR, Jakarta - Polisi menangkap sejumlah mahasiswa Papua di Jakarta atas tuduhan makar pada Minggu (1/9/2019).

Tak lama setelahnya, LBH Jakarta menyebar rilis pers yang menyebut bahwa Polri melakukan aksi sweeping.

"Seharusnya aparat kepolisian mengambil langkah inisiatif dalam menyeleksi konflik di Papua dengan upaya dialog dan damai. Bukan justru melakukan sweeping ke sejumlah asrama dan menangkap mahasiswa Papua dengan sewenang-wenang," jelas Ketua LBH Jakarta Nelson Simamora dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/9/2019).

"Kami mengkhawatirkan upaya berlebihan yang dilakukan kepolisian yang dapat memperburuk masalah terkait Papua yang yang tengah terjadi," lanjut Nelson.


Polri "Ancam" Pidanakan LBH

Juru bicara Polri Dedi Prasetyo kemudian "menegur" LBH Jakarta atas pernyataan tersebut. Menurut Dedi, Polri tidak melakukan aksi sweeping, melainkan pengamanan dan pemantauan situasi di asrama mahasiswa Papua.

"Tidak benar (sweeping), justru Polri menjamin keamanan seluruh warga, mahasiswa Papua yang sedang menuntut ilmu. Dasarnya apa (disebut sweeping)? Kalau LBH membuat berita hoaks nanti bisa kita pidanakan," kata Dedi di kantor Humas Polri, Jakarta, Senin (2/9/2019).


LBH Dituduh Separatis

Sebelumnya, LBH Jakarta dan jejaringnya di berbagai kota juga sempat "diprotes" terkait kasus Papua yang mereka tangani.

Protes itu datang dari berbagai kelompok massa yang mendemo kantor LBH. Massa menuduh LBH mendukung gerakan separatisme.

"Ya kurang lebih ada 50 (demo) antara jam 2 sampai jam 5, jadi kayak bergantian gitu. Massa yang pertama dari Aliansi Merah Putih, yang kedua dari Kompak, dan yang ketiga ini saya belum tahu dari mana. Teman-teman di LBH Makassar, di LBH Surabaya, di LBH Bandung juga didemo dan isunya sama," kata Direktur LBH Jakarta, Arif Maulana kepada KBR, Jumat (30/8/2019).

Direktur LBH Jakarta, Arif Maulana menduga, LBH dikambinghitamkan oleh oknum tertentu.

Sampai saat ini, Arif mengatakan belum ada kerugian di lingkungan dan kantor LBH. Namun Arif menilai, demo-demo tersebut cukup mengganggu pelayanan publik di LBH.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Perlukah Sertifikasi Pernikahan?

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Seleksi CPNS 2019 Diskriminatif