Kabut Asap Lumpuhkan Bandara Supadio Kalbar

"Masalahnya pada kabut asap tebal. Jatak pandang hanya 400 meter. Pagi tadi hanya 150 meter," kata Didi

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Senin, 16 Sep 2019 21:56 WIB

Author

Edho Sinaga, Teddy Rumengan

Kabut Asap Lumpuhkan Bandara Supadio Kalbar

Warga berjalan di kompleks Bandara Supadio yang diselimuti kabut asap di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (15/9/2019) ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang.

KBR, Pontianak - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melumpuhkan aktivitas penerbangan di Bandar Udara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (16/9/2019).

Pelaksana tugas (Plt) Officer in Charger (OiC) Bandara Internasional Supadio, Didi Herdiansyah menerangkan, sejak pukul 08.29 WIB , belum ada pesawat yang mendarat maupun diberangkatkan.

"Masalahnya pada kabut asap tebal. Jatak pandang hanya 400 meter. Pagi tadi hanya 150 meter," kata Didi di Pontianak, Senin (16/9/2019).

Didi menjelaskan berdasarkan ketentuan bandara, normal jarak pandang penerbangan sekitar seribu meter.

"Tapi kembali lagi SOP di maskapai, biasa jika jarak pandang 800 meter, masih bisa berangkat atau mendarat," ucapnya.

Dia menyebut, sejak pagi pukul 08.29 WIB, ada sebanyak 11 pesawat yang dibatalkan mendarat. Pesawat-pesawat itu berasal dari Cengkareng, Jogyakarta, Ketapang, Sintang dan Ujung Pandang.

Sebanyak 13 penerbangan dari Bandara Internasional Supadio dibatalkan. Masing-masing ke Malaysia, Batam, Jakarta, Semarang, Surabaya, Sintang dan Putussibau.

Salah satu penumpang dengan tujuan Jakarta, Selfia mengaku penerbangannya dibatalkan hingga waktu yang tak ditentukan.

"Saya mau ke Jakarta tapi dibatalkan karena alasan cuaca," katanya.

Meski mengganggu penerbangan, pihak pengelola bandara masih belum menutup aktifitas penerbangan. Berdasarkan rilis yang dikeluarkan lembaga antariksa dan penerbangan Pontianak hari ini terpantau ada 519 titik api yang tersebar di wilayah Kalimantan Barat Bagian Selatan.

Baca juga:
Karhutla, Ribuan Penumpang Gagal Terbang di Kaltim
Akibat Karhutla, 144 Ribu Orang Kena ISPA

Sementara itu, Ribuan penumpang gagal terbang ke sejumlah daerah  dari Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur sejak Jumat (13/9/2019) hingga Senin (16/9/2019).

Juru Bicara PT. Angkasa Pura I Balikpapan Adina Megasari mengatakan, akibat kabut asap, sekitar 20 penerbangan yang mengalami delay  dan 35 penerbangan yang mengalami pembatalan.

Menurutnya, ada sejumlah penerbangan dari Jakarta tujuan sejumlah daerah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang terpaksa dialihkan ke Bandara Sepinggan Balikpapan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana merinci, hingga awal September terdapat enam provinsi dengan status siaga darurat, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimanatan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Sementara itu, menurut data Karhutla Monitoring System Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sampai awal September 2019 luas karhutla sudah mencapai 328.772 hektare.


Editor: Ardhi Rosyadi 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Geliat Feminis Membangun Demokrasi

Geliat Feminis Membangun Demokrasi

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13