Share This

Politik Hari ini, Lepas Jabatan jadi Buah Pahit Koalisi Parpol Berbeda

"Kinerja Pak Asman bagus, sangat rapi."

BERITA , NASIONAL

Rabu, 15 Agus 2018 13:45 WIB

Menteri Pemberdayaan dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait pengunduran diri di Kantor KemenPAN RB Jakarta, Selasa (14/4). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta-  Sikap politik Partai Amanat Nasional (PAN) mendukung pasangan calon presiden Prabowo Subianto berbuah pahit bagi kadernya sendiri. Kader PAN yang menjabat Menteri Aparatur Negara Asman Abnur mundur dari kabinet. Pascapendaftaran dua pasangan calon presiden dan wakil presiden ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), posisi Partai Amanat Nasional (PAN) langsung jadi sorotan.

Bagaimana tidak? PAN mengusung duet Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sementara, ada kader PAN yang masih mengisi jabatan menteri di kabinet Indonesia Kerja, bekerja di bawah   calon presiden petahana, Joko Widodo.

Kader itu adalah Asman Abnur yang  menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sejak  27 Juli 2016. Maka ketika muncul isu perombakan kabinet, Asman Abnur menjadi sosok yang paling disorot.

Bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla  memberi nilai rapor “bagus dan sangat rapi” kepada Asman Abnur.

"(Dampak perubahan peta koalisi?) Ya tentu ada. Kinerja Pak Asman bagus, sangat rapi. Tidak jauh dengan Yuddy Chrisnandi. (Tidak khawatir reshuffle terlalu politis?) Kabinet ini kan ada hubungannya dengan politik," kata Kalla di kantornya, Selasa (14/8).

Memang, penilaian JK belum tentu sesuai dengan kepuasan publik. Kinerja Menteri Asman Abnur justru dianggap jelek oleh Riyanto Abdul Subekti, salah satu pengurus Forum Honorer Kategori 2 (FHK2) di organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Abdul Subekti menilai kinerja Asman Abnur buruk dalam memperhatikan nasib status 440 ribu guru honorer se-Indonesia. Ratusan ribu  guru honorer kategori 2 itu hingga kini nasibnya masih terkatung-katung. Subekti menilai mereka hanya dibuai janji-janji akan diangkat sebagai pegawai negeri sipil.

"Kalau memang Pak Asman Abnur di-reshuffle ya oke, terima kasih, karena laporannya kemarin juga bohong. Jumlah kami 440 ribu, itu pun bisa jadi berkurang, karena yang meninggal dunia, mungkin datanya bodong. Harapannya ya yang mereka bisa berpihak pada kami yang 440 ribu di Indonesia ini. Siapapun, kami tidak memandang dari partai apa," kata Riyanto kepada KBR, Selasa (14/08/2018).

Tapi, apa memang perlu Presiden Jokowi merombak susunan kabinetnya terkait keputusan politik partai mengalihkan dukungan? Sementara masa pemerintahan Jokowi semakin pendek, sekitar setahun lagi.

Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio mengatakan masa kerja Kabinet Kerja sekarang ini tinggal beberapa bulan lagi. Jadi tidak perlu mengangkat menteri baru. Tapi kalau Jokowi tetap ingin mencopot Asman Abnur, Agus Pambagio menyarankan cukuplah Jokowi mengangkat Pelaksana Tugas menteri.

"Kalau kinerja kan belum selesai kabinetnya, tapi bukan berarti kalau belum selesai jelek rapornya. Kalau soal diganti kan hak presiden. Tapi kinerja dia jauh lebih baik. (Dibanding Yuddy Chrisnandi?) Iya. Kan tinggal sebentar. April juga sudah tidak efektif, karena sudah Pemilu. Mau diganti siapa saja bisa, karena sistemnya sudah berjalan. Plt cukup. Salah satu deputinya saja suruh jadi Plt," kata Agus kepada KBR, Selasa (14/08/2018).

Sebelum dicopot, Asman Abnur rupanya memilih mundur dari jabatan menteri pada  Selasa (14/08), Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung menjelaskan Asman Abnur sudah menyerahkan surat langsung ke Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.
 
"Keberadaan Pak Asman dalam pemerintahan selama ini cukup baik, kita mengucapkan terima kasih. Tapi karena perbedaan pilihan politik itu menjadi berbeda. Kita bertemu baik-baik, selesai baik-baik," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa(14/8).

Menteri Sekretaris Negara, Pratikno membenarkan hal itu. Pratikno mengatakan Presiden Joko Widodo sangat puas dengan kinerja Asman Abnur. Hanya saja, posisinya sebagai kader PAN membuat jabatannya tidak bisa dipertahankan lagi.

“PAN itu adalah Pak Asman ya, Pak Asman itu kinerjanya sangat, sangat bagus. Artinya Pak Presiden juga sangat puas, sangat satisfied dengan Pak Asman Abnur. Masalahnya ini koalisi partai. Siapa yang di dalam koalisi, siapa yang ada di luar koalisi.”

Rabu (15/08) pagi Presiden Jokowi akhirnya melantik Wakapolri Syafruddin sebagai  Menpan-RB yang baru, Syafruddin. Dia berjanji akan melanjutkan pekerjaan rumah Asman. Khususnya, terkait pembukaan CPNS 2018.

"Segera kita akan selesaikan. Sisa satu tahun lebih sedikit. Kita selesaikan sesuai program yang sudah dilaksanakan. Pak Asman itu kinerjanya bagus kemudian program-program sudah berjalan baik, diapresiasi kementerian/lembaga," kata Syafruddin  di Istana Negara, Rabu (15/8).


Editor: Rony Sitanggang
 
 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.