Pelanggaran HAM Diprediksi Makin Banyak Terjadi di Ruang Privat

"Karena less travel, less physical engagement, ini akan mengubah cara kita bekerja di kemudian hari. Saya melihat akan ada perubahan perpindahan permasalahan dari ruang publik ke ruang privat."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 10 Jul 2020 10:25 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Pelanggaran HAM Diprediksi Makin Banyak Terjadi di Ruang Privat

Ilustrasi. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) diprediksi akan semakin banyak terjadi di ruang privat. 

Hal itu disampaikan pegiat HAM Yuyun Wahyuningrum, yang menjadi wakil Indonesia di Komisi HAM ASEAN (ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights/AICHR).

Menurut Yuyun, pandemi COVID-19 ini telah mengubah pola kehidupan manusia menjadi lebih banyak beraktivitas di rumah. 

Perubahan pola ini berpotensi diikuti dengan terjadinya berbagai permasalahan HAM di lingkungan rumah.

"Kemudian juga karena less travel, less physical engagement, ini akan mengubah cara kita bekerja di kemudian hari. Saya melihat akan ada perubahan-perubahan perpindahan permasalahan dari ruang publik ke ruang privat. Karena kebanyakan dilakukan di dalam rumah," kata Yuyun dalam diskusi virtual, Kamis (9/7/2020).

Wakil Indonesia di Komisi HAM ASEAN Yuyun Wahyuningrum menambahkan, pembatasan aktivitas selama pandemi Covid-19 ini juga berpotensi memunculkan kejahatan-kejahatan di dunia daring, seperti ujaran kebencian. 

Menghadapi potensi itu, Yuyun mendorong adanya perlindungan digital atau digital rights untuk memastikan kebebasan berekspresi terjamin.

Yuyun mengatakan ranah privat dan daring bisa menjadi gambaran tren pelanggaran HAM yang akan terjadi. Ia berharap pemerintah Indonesia mewaspadai fenomena ini dengan menjamin perlindungan warga negara; tidak hanya di ruang publik, namun di ruang privat dan daring. 

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Uji Coba Vaksin Sinovac Fase 3

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17