JK dan CEO Go-Jek Tukar Pikiran

Membahas perkembangan Gojek dan saran-saran. Kemudian juga dia ingin merencanakan dia minta saran bagaimana mengatur transportasi di DKI dan kota-kota lain, saling tukar pandangan lah

BERITA | NASIONAL

Selasa, 16 Jul 2019 16:27 WIB

Author

Dwi Reinjani

JK dan CEO Go-Jek Tukar Pikiran

Wakil Presiden Jusuf Kalla

KBR, Jakarta - Chief Executive Officer (CEO) Go-Jek, Nadiem Makarim bertemu Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Pertemuan keduanya membahas permasalahan transportasi hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia. 

Menurut JK, pertemuan tersebut sebagai bentuk tukar pikiran, dalam membuat transportasi di DKI Jakarta dan daerah lain lebih berkembang. 

“Membahas perkembangan Gojek dan saran-saran. Kemudian juga dia ingin merencanakan dia minta saran bagaimana mengatur transportasi di DKI dan kota-kota lain, saling tukar pandangan lah. Ya macem-macem yang lain juga bagaimana perkembangan UKM,” kata Kalla di kantornya, Selasa (16/07/2019).

Disinggung mengenai isu Nadiem digandang masuk dalam kabinet baru Jokowi, JK menyebut, anak muda seperti Nadiem lebih cocok menjadi pengusaha, dan mengembangkan kemampuannya dibidang entrepreneur dibanding dunia politik. 

JK juga membantah, pertemuannya itu tidak berhubungan dengan rancangan kabinet baru Jokowi ke depan, meski sebelumnya santer isu nama CEO Go-Jek masuk dalam susunan kabinet baru Jokowi.

Menurut JK, anak muda kreatif yang memiliki pemikiran luas lebih dibutuhkan untuk memajukan dunia usaha di Indonesia, dibanding harus masuk dalam ranah politik yang sempit. Apalagi, kriteria yang dimiliki Nadiem memang menjadi daya tarik untuk diboyong masuk dalam dunia birokrasi.

Bantahan adanya pembicaraan politik juga diamini oleh Nadiem makarim. Ia menyebut, pertemuannya dengan Wapres Jusuf Kalla, hanya membahas urusan transportasi dan strategi pengembangan transportasi online ke depan. 

Pertemuan tersebut, tambah Nadiem, juga menambah wawasannya dalam urusan bisnis transportasi dan super aplikasi.

Saat ini, Go-Jek sudah merambah ke sejumlah negara di Asia di antaranya Filipina, Thailand, Vietnam dan Singapura. 

 

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun