Kualitas Udara Ibukota Buruk, Anies Tuding Volume Kendaraan

"Kita harus mempercepat pengintegrasian transportasi, penuntasan proyek-proyek pembangunan kendaraan umum massal, perluasan transjakarta, dan ketersambungan antar moda."

BERITA , NASIONAL

Kamis, 27 Jun 2019 14:40 WIB

Author

Sadida Hafsyah

Kualitas Udara Ibukota Buruk, Anies Tuding Volume Kendaraan

Kemacetan lalu lintas menyebabkan polusi udara. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Kualitas udara di ibukota Jakarta termasuk dalam kategori tidak sehat. Situs penyedia peta polusi udara Air Visual, pada Rabu (26/6/2019) pagi, menegaskan fakta itu.

Mengomentari hal itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengatakan, polusi udara Jakarta lebih disebabkan oleh karena, banyaknya jumlah kendaraan.

Untuk itu, Anies menyebut, perlunya mempercepat pengintegrasian transportasi publik, sehingga pemakaian kendaraan pribadi bisa dikurangi.

"Kita harus mempercepat pengintegrasian transportasi, penuntasan proyek-proyek pembangunan kendaraan umum massal, perluasan transjakarta, dan ketersambungan antar moda. Jadi memang harus didorong terus. Minimal kita harus mempercepat angka kembali ke tahun 1998," kata Anies usai rapat paripurna di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Kata Anies lagi, penggunaan kendaraan pribadi tidak membawa perbaikan pada kualitas udara di Jakarta. Sehingga Pemprov DKI Jakarta perlu mendorong penyediaan kendaraan umum, yang terintegrasi pada praktik lapangannya.

Anies juga menyatakan keinginannya, untuk mengembalikan kualitas udara di Jakarta, seperti pada satu dasawarsa yang telah lewat.

"Pada tahun 1998, separuh penduduk Jakarta menggunakan kendaraan umum. Sekarang kebalikannya, 25 persen penduduk ibukota menggunakan kendaran umum, dan 75 persen memakai kendaraan pribadi," katanya.

Selain mempercepat pengintegrasian transportasi angkutan umum, Anies juga menargetkan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Setidaknya bisa ditekan hingga 30 persen pada 2030 mendatang. 

Sebelumnya, Air Visual mencatat, DKI Jakarta memiliki indeks kualitas udara 208, per Rabu, 26 Juni 2019 pukul 08.33 WIB. Artinya, DKI Jakarta merupakan kota dengan tingkat polusi udara tidak sehat, atau termasuk yang terburuk di dunia.

Cek Emisi Kendaraan 

Sementara itu, Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus menyarankan, perlu dilakukan pengecekan kendaraan-kendaraan bermotor agar lolos uji emisi. Menurutnya, jika berjalan secara efektif, Pemprov DKI Jakarta dapat segera memiliki solusi dari kendala yang dihadapi, dalam rangka memperbaiki kualitas udara.

"Nah, sampai sekarang ini kan kita belum mendapat penjelasan juga, seberapa banyak kendaraan yang beroperasi di Jakarta, yang belum lolos uji emisi ataupun yang sudah. Seberapa jauh Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup berkoordinasi terkait pelaksanaan uji emisi secara periodik," tanya Bestari saat diwawancarai KBR, pada Rabu (26/6/2019).

Bestari juga menginformasikan, terkait penyebarluasan polusi dari sejumlah kabupaten/kota terdekat dengan ibukota, maka Pemprov DKI Jakarta telah berkoordinasi melalui Mitra Praja. Yaitu, salah satu forum komunikasi yang mengumpulkan perwakilan wilayah penyangga, untuk meningkatkan kerjasama pembangunan antar daerah.

"Karena, selain asap tebal yang dihasilkan bus-bus angkutan umum, banyak juga kendaraan dari luar daerah yang masuk ke wilayah Jakarta, ikut berkontribusi (terhadap polusi). Seperti misalnya, kendaraan yang melalui jalur lintasan-lintasan yang tersedia di Jakarta," ujarnya.

Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pansel Capim KPK Diminta Tak Loloskan Kandidat Bermasalah