KPAI: Gawai Bikin Anak Kecanduan dan Mudah Mengamuk

"Ketika tidak ada gawai langsung tantrum, mengamuk,"

BERITA , NASIONAL

Rabu, 19 Jun 2019 17:37 WIB

Author

Adi Ahdiat

KPAI: Gawai  Bikin Anak Kecanduan dan Mudah Mengamuk

Ilustrasi: Anak bermain gawai tanpa pendampingan orang tua. (Foto: Pixabay)

KBR, Jakarta- Keseringan bermain gawai bisa membuat anak mudah mengamuk (tantrum) dan hiperaktif. Ini disampaikan komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sitti Hikmawatty.

"KPAI sudah pernah mendapat pasien kecanduan gawai dirawat di rumah sakit. Karena begitu kecanduan dengan gawai, ketika tidak ada gawai langsung tantrum, mengamuk," ujar Sitti dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-65 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di Jakarta, seperti dikutip Antara, Rabu (19/6/2019).

Sitti menjelaskan, ketika dipisahkan dari gawainya, anak yang kecanduan gawai itu mengamuk luar biasa, bahkan sampai mengatakan benci kepada ibunya.


Gawai Hanya Bersifat Satu Arah

Dalam kesempatan sama, Dokter Spesialis Anak DR. dr. Meita Dhamayanti, Sp.A(K) juga menyampaikan bahwa gawai tidak baik untuk tumbuh kembang anak.

Meita menjelaskan, bayi di bawah umur lima tahun (balita) yang sering bermain gawai akan mengalami stimulasi tumbuh kembang yang tidak optimal.

Menurut dia, anak seharusnya distimulasi dengan interaksi dua arah, sedangkan bermain gawai hanya bersifat satu arah. Akibatnya, tidak ada rangsangan optimal yang menyebabkan interaksi atau gerakan motorik seluruh tubuh untuk tumbuh kembang anak.

"Prinsipnya, tumbuh kembang harus optimal, tidak hanya satu sisi tapi seluruh aspek tumbuh berkembang itu harus terstimulasi dengan baik," ujar Meita, seperti dikutip Antara, Rabu (19/6/2019).

Saat bermain gawai, anak hanya fokus pada gerakan mata yang terus tertuju pada layar, sehingga perkembangan motoriknya tidak terangsang dengan baik. Hal ini diperkirakan bisa berdampak buruk pada perkembangan emosi sosial anak.

"Jangan biarkan anak main gawai sendiri," tegas Meita.

Alih-alih memberi anak gawai, Meita menyarankan orang tua untuk memberi stimulasi positif, seperti mengajak anak berdialog dan belajar mengenal sesuatu dari gambar.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

What's Up Indonesia

Kabar Baru Jam 8