Bom Bunuh Diri di Pos Polisi Kartasura, Bin Sebut Sejumlah Daerah Rawan

"Mereka kan juga lari-lari, berputar. Dikejar, berpindah, dikejar, pindah."

BERITA , NASIONAL

Selasa, 04 Jun 2019 12:28 WIB

Author

Dian Kurniati

Bom Bunuh Diri di Pos Polisi Kartasura, Bin Sebut Sejumlah Daerah Rawan

Polisi melakukan penjagaan saat penggeledahan rumah pelaku peledakan Pospam Kartasura di dusun Kranggan, Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (4/6/2019) dini hari. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Badan Intelijen Negara (BIN) menyebutkan sejumlah wilayah yang rawan terhadap aksi teror saat Lebaran, selain Sukoharjo, Jawa Tengah, yang menjadi sasaran teror Senin malam. Juru bicara BIN Wawan Purwanto menyebutkan, wilayah itu misalnya Bekasi, Surabaya, Poso, Medan, Lampung, dan sebagian Palembang.

Adapun Sukoharjo dan Solo, menurut Wawan, masuk dalam wilayah kuning dan merah, atau rawan sasaran teror.

"Kalau mereka kan juga lari-lari, berputar. Dikejar, berpindah, dikejar, pindah. Intinya bagaimana kerja sama penanganan. Upaya penanggulangan bersama di lapangan, untuk bagaimana mempersempit gerak dan meminimalisir adanya korban. Itu semua dilakukan paralel dan kita berkoordinasi satu sama lain," kata Wahyu kepada KBR, Selasa (04/06/2019).

Wahyu menyebut, beberapa wilayah di Pulau Jawa masih rawan menjadi sasaran teror, termasuk Sukoharjo yang dekat dengan Solo. Padahal, kata dia, Solo dan sekitarnya sudah beberapa kali menjadi tujuan teror, dan beberapa terduga teroris juga tertangkap di sana. Namun, Wahyu tak menyebut jaringan afiliasi terduga pelaku teror yang ingin menyerang Pos Polisi Tugu Kartasura, Sukoharjo, Senin malam.

Wahyu mengklaim pemerintah sudah mewaspadai aksi teror saat Lebaran di berbagai wilayah, bahkan sejak sebelum bulan puasa. Wahyu berkata, BIN, polisi, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme juga terus berkoordinasi mencegah aksi teror terulang. Ia pun meminta masyarakat aktif melapor jika menemukan warga yang mencurigakan, sebagai bentuk deteksi dini. 

Saat ini Polri tengah mendalami keterkaitan  pelaku peledakan bom di pos polisi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah dengan jaringan terorisme. Juru Bicara Mabes Polri Dedi Prasetyo mengatakan, saat ini belum ada indikasi keterkaitan pelaku dengan sel-sel jaringan terorisme di Indonesia.

"Dari pemeriksaan sementara dan analisa dari tim Densus 88, pelaku (itu) amatir. Kemudian juga rekam jejaknya di kelompok masih belum terlihat. Demikian juga rekam jejaknya aksi yang bersangkutan boleh dikatakan belum terbaca," jelas Dedi saat jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (4/6/2019).

Sebelumnya, RA (22) meledakan bom di pos polisi Kartasura pada Senin (3/6/2019) malam sekitar pukul 22.45 WIB.  Pasukan Densus 88 Antiteror Mabes Polri juga sudah menggeledah rumah terduga pelaku di Desa Wirogunan, Kartasura, Kab. Sukoharjo, Jawa Tengah. Mereka menemukan sejumlah barang yang diduga merupakan bahan racikan bom. 

Editor: Rony Sitanggang
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Perdana, Perselisihan Hasil Pemilu

10 Tahun UU Narkotika: Seperti Apa Implementasinya?

Sidang Perdana Sengketa Pemilu

Cek Fakta: Misleading Content KPU Panik

What's Up Indonesia