Impor untuk Turunkan Harga Gula, Pemerintah Diminta Perhatikan Petani

"Ketika harga tinggi begini teriak-teriak. Satgas pangan dikerahkan luar biasa. Tapi ketika harga jatuh dibawah harga acuan itu apa yang dilakukan?"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 08 Mei 2020 10:58 WIB

Author

Astri Yuanasari

Impor untuk Turunkan Harga Gula, Pemerintah  Diminta Perhatikan Petani

Gula pasir untuk operasi pasar di Gudang Perum Bulog Kota Tangerang, Banten, Rabu (29/4/2020). (Antara/Fauzan)

KBR, Jakarta-   Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menilai masih tingginya harga gula di pasaran karena memang pasokannya yang masih rendah dibanding permintaan pasar. Meski begitu dia mengingatkan pemerintah  mengantisipasi musim giling tebu yang diperkirakan akan dimulai pertengahan bulan Mei ini di beberapa wilayah. 

Kata dia, saat itu hasil produksi gula akan meningkat dan perlahan harga akan bergerak turun. Ia meminta pemerintah mengantisipasi jika hasil dari petani dalam negeri berbarengan dengan datangnya gula impor dan hasil dari kebijakan menekan gula lainnya. 

Khudori  mewanti-wanti jangan sampai berbagai kebijakan pemerintah menekan harga gula membuat gula hasil petani lokal tak terserap dan harganya anjlok

"Pemerintah ini kan sangat bias konsumen. Ketika harga tinggi begini teriak-teriak. Satgas pangan dikerahkan luar biasa. Tapi ketika harga jatuh dibawah harga acuan itu apa yang dilakukan? Bagaimana mereka menolong petani? engga ada. Jadi engga adil menurut saya. Jadi pesannya bahwa harus hati-hati harus diawasi betul jangan sampai ini justru memukul petani," kata Khudori saat dihubungi KBR, Kamis (7/5/20).

Ditambah lagi, gula impor juga tak bisa dipastikan kapan akan sampai ke Indonesia karena terhambat pandemi Covid-19. Soal kelangkaan gula, ia menambahkan tak yakin pada situasi seperti ini ada pihak yang menimbun banyak gula di gudang, sebab permintaan yang tinggi seharusnya membuat siapapun yang punya pasokan gula akan menjualnya. 

Gula impor 

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi mengatakan,  baru menerima gula impor beberapa hari lalu. Sebelumnya distribusi bulog hanya mengandalkan stok yang tersisa.

Tri mengatakan, saat ini Bulog tengah mendata dan mendistribusikan gula impor yang baru datang. Dia berharap dengan adanya impor gula ini harga dipasaran bisa kembali stabil.

“Bulog itu hanya mendapatkan alokasi impor 50 ribu ton, itupun kami baru dapat izinnya tanggal 7 April. Tiga  hari lalu sudah datang kapalnya sudah ada di Tanjung Priok itu sudah bongkar. Sekitar 21.800 langsung kami distribusikan ke seluruh provinsi kabupaten, kota seluruh Indonesia termasuk Jakarta. Kemudian tanggal 5 itu sudah masuk bersandar kapalnya di pelabuhan Tanjung Priok, ini sedang didistribusikan ke seluruh Indonesia mudah-mudahan dengan masuknya gula ini bisa menekan harga,” ujar Tri, saat dihubungi KBR, Kamis (07/05/2020).

Menurut Tri, penerimaan impor gula oleh Bulog masih terbilang kecil lantaran impor tersebut tidak hanya untuk konsumsi masyarakat namun juga untuk kebutuhan industri.

“Itukan jumlahnya kecil kan banyak juga industri-industri swasta yang punya tanggungjawab juga, dia dapat alokasi impor. Nah itu sedang didiskusikan oleh swasta juga. Kecuali, semuanya diserap Bulog satu pintu ya kami punya banyak, ini kami hanya punya sedikit.” ujar Tri.

Sebelum impor masuk pada 5 Mei lalu, menurut Tri Bulog hanya memiliki stok sebanyak 10-15 ribu ton gula,  sebagian besar telah didistribusikan ke semua provinsi. Distribusi juga menurut Tri bekerja sama dengan swasta, sehingga dalam impor kali ini jumlah yang didapat dibagi dengan kebutuhan industri. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Antisipasi Arus Balik Pemudik ke Jakarta