4 Tokoh Jadi Target Pembunuhan, Ini Kata Eks-KaBAIS

"Setelah 17 April kan kita bisa lihat, siapa yang mengajak untuk tidak patuh kepada peraturan perundangan,"

NASIONAL

Rabu, 29 Mei 2019 11:34 WIB

Author

Dwi Reinjani

4 Tokoh Jadi Target Pembunuhan, Ini Kata Eks-KaBAIS

Polisi tunjukkan bukti senjata api rencana pembunuhan 4 tokoh di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (27/5/2019). (Foto: Antara)

KBR,Jakarta-  Pengamat Intelijen  Soleman Ponto mengatakan rencana pembunuhan 4 tokoh nasional  untuk menimbulkan kekisruhan luar biasa. Tujuannya kata bekas Kepala Badan Intelijen Strategis TNI itu,  untuk mendelegitimasi hasil pilpres 2019.

"Bagi mereka yang penting diperintah. Yang menuai hasil kan bukan dia (eksekutor). Dia paling dapat uang, dia dapat uang akibat dari itu pasti terjadi kekisruhan. Bayangkan kalau empat tokoh ini menggeletak, itu pasti akan perburuan besar-besaran kan terjadi kekisruhan ini ujung-ujungnya akan mendelegitimasikan pilpres. Kita lihat saja kasus ini, tidak bisa lepas dari 17 april. Setelah 17 April kan kita bisa lihat, siapa yang mengajak untuk tidak patuh kepada peraturan perundangan," ucap Soleman kepada KBR, Selasa (28/5/2019).

Soleman Ponto mengungkapkan bahwa terkuaknya rencana tersebut, tak bisa dilepaskan dari pelaksanaan pemilu 17 April silam. Ia menilai, ajakan dan seruan dari tokoh-tokoh tertentu untuk tidak patuh terhadap peraturan perundangan, menjadi salah satu pemicu timbulnya rencana jahat kepada empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.

"Saya kira itu jadi kita tidak bisa melepaskan hal ini dengan apa yang terjadi di 17 April setelah pengumuman quick count, nah ini gara-gara quick count kan itu. Dengan quick count kan masalahnya itu dari masalah itu barulah terbawa bola liar kemana-mana kan ini," ujar Soleman. 

Sebelumnya pada Senin (27/05) kepolisian mengungkapkan 6 tersangka baru kelompok yang akan menunggangi aksi  21 dan 22 Mei. Juru bicara Polri Mohammad Iqbal mengatakan para tersangka sudah menyiapkan pembunuhan sejumlah tokoh sejak Oktober tahun lalu.

Iqbal menegaskan ini adalah tersangka baru dari kelompok yang berbeda dari sebelumnya.

"Fakta hukumnya beda, tersangkanya beda dan senpinya pun beda. Itu sudah dua kelompok yang sudah teridentifikasi. Bisa saja kelompok-kelompok teroris yang sudah juga kami tangkap, beberapa hari sebelum 21, 22," kata  Iqbal di kantor Kemenkopolhukam.

Mohammad Iqbal menyebutkan HK, AZ, IR, TJ, AD, AF sebagai tersangka kelompok pembunuh 4 tokoh terkait aksi   21 dan 22 Mei. Polisi menyita senjata laras panjang dan pendek, serta rompi antipeluru bertuliskan polisi dari para tersangka.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Perdana, Perselisihan Hasil Pemilu

10 Tahun UU Narkotika: Seperti Apa Implementasinya?

Sidang Perdana Sengketa Pemilu

Cek Fakta: Misleading Content KPU Panik

What's Up Indonesia