Pengamat: Korban PHK Butuh Bantuan Pangan Bukan Kartu Prakerja

"Lapangan kerjanya kapan? Sedangkan laparnya sekarang," ujar Agus Pambagio.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 17 Apr 2020 12:50 WIB

Author

Valda Kustarini

Pengamat: Korban PHK Butuh Bantuan Pangan Bukan Kartu Prakerja

Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur (13/4/2020). (Foto: ANTARA/Moch Asim)

KBR, Bogor - Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai, program Kartu Prakerja tidak akan efektif menyelesaikan masalah sosial khususnya bagi para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Agus mengatakan para korban PHK saat ini bukan hanya membutuhkan peningkatan skill tapi bantuan konkret seperti bahan pangan maupun uang tunai. Sehingga, menurutnya, penting untuk memberikan bantuan sesuai dengan prioritas.

"Lapangan kerjanya kapan? Sedangkan laparnya sekarang. Orang lapangan pekerjaannya tidak ada kok lapangan pekerjaan. Ya kasih makan saja. Kan tidak usah dikasih Prakerja, masukin saja ke Bansos, orang butuh makan. Uang dari mana? Kasih aja apapun bentuknya mau mentah mau matang yang penting makan," kata Agus Pambagio kepada KBR, Kamis (16/4/2020).

Agus sendiri belum bisa menilai apakah kedepannya program Kartu Prakerja akan efektif untuk menambah kemampuan seseorang untuk mendapat pekerjaan atau tidak. 

"Saya belum bisa menilai, orang belum mulai," ujarnya.

Pendaftar Lampaui Target Kuota

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut mengatakan terdapat 200.000 orang yang lolos di gelombang pertama Kartu Prakerja. Jumlah tersebut meningkat dari kuota awal yang sebesar 164.000 orang. Airlangga mengatakan, peningkatan kapasitas tersebut dilakukan lantaran jumlah pendaftar program Kartu Prakerja yang telah melampaui target yang ditentukan pemerintah.

"Tentunya pemerintah kemarin dalam program PMO Kartu Prakerja kni sudah meningkatkan kapasitas dari semula 164ribu kal ini baru kami tingkatkan menjadi 200ribu dan dari 200ribu ini nanti akan diberikan notifikasi melalui SMS," kata Airlangga Hartarto dalam konpers daring, Kamis (16/4/2020).

Airlangga mengatakan, mulai Jumat (17/4) hingga Senin (20/4) sebanyak 200.000 peserta yang lolos sebagai peserta gelombang pertama Kartu Prakerja bakal menerima notifikasi melalui pesan singkat atau SMS untuk bisa memulai pelatihan yang diminati.

Berdasarkan data per Kamis (17/4) pukul 16.00 WIB, terdapat 5,96 juta orang yang telah melakukan registrasi program Kartu Prakerja dengan 4,42 juta yang sudah melalui tahap verifikasi email. 

Dari data tersebut, ada 3,29 juta yang telah melalui tahap verifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK). Lalu, sebanyak 2,78 juta berhasil lolos untuk melalui proses pengacakan sistem untuk bergabung sebagai peserta gelombang pertama program Kartu Prakerja.

Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Inspeksi Pemanfaatan Ketenagaanukliran di Indonesia

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10